Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Bahasa Nias Sehari-Hari: Kalimat yang sering digunakan

 

Bahasa Nias, bahasa suku Nias

Belajar berbahasa Nias mungkin saja sedikit terasa sulit bagi para pemula yang baru saja melakukannya. Mulai dari pemahaman dasar terkait arti kosakata, hingga pada penyusunan/pengucapan kalimat yang lebih kompleks. 

Namun demikian, itu tidak menandakan bahwa bahasa daerah Nias tidak dapat dipelajari oleh orang-orang baru. Semua orang dapat mempelajarinya dengan mudah. 

Untuk memudahkan anda mempelajarinya, berikut telah disusun berbagai kata, frasa maupun kalimat yang sering digunakan dalam komunikasi sehari-hari oleh penutur aslinya. Dengan ini, anda akan lebih mudah menanggapi maupun mengetahui makna suatu ucapan dalam Li Niha (Bahasa Nias). 


Menunjukkan Waktu Kegiatan 

Untuk menunjukkan waktu suatu kegiatan atau peristiwa dalam bahasa Nias, seperti detik, menit, jam, hari, tanggal, bulan hingga satuan tahun, anda dapat membaca artikel sebelumnya tentang ini. Di sana, penjelasan tentang ini telah diuraikan lebih lengkap. 

Misalnya, ingin menunjukkan waktu kegiatan pada tanggal 28 Sepember 2021. 

Dalam bahasa suku Nias, tanggal tersebut dapat diterjemahkan: 28 (dua wulu a ŵalu) mbaŵa si Siŵa (September) dua ribu a dua wulu a sara (2021)


Minta Maaf dengan Bahasa Nias 

Mungkin anda telah lalai atau ceroboh melakukan sesuatu kepada seseorang dan ingin meminta maaf atas perlakuan tersebut, anda boleh menggunakan ucapan berikut ini: 


1. U'andrö wa'ebolo dödömö ba gamuatagu

Artinya: Saya minta maaf atas perbuatanku. Kalimat tersebut dapat anda gunakan kepada seseorang untuk meminta maaf. Tetapi, apabila ingin menunjukkannya kepada dua orang atau lebih, gunakan kalimat berikut. 


 2. U'andrö wa'ebolo dödömi ba gamuatagu 

Artinya: Saya meminta maaf (kepada kalian) atas perbuatanku. 


3. Bologö dödömö ba wehedegu si lö faudu 

Artinya: Mohon maaf atas ucapanku yang tidak berkenan. 

Sedangkan, apabila ingin mewakili satu atau lebih teman untuk meminta maaf, anda boleh mengucapkan "Ma'andrö wa'ebolo dödömö". Artinya adalah kami mohon maaf (kepadamu). 

Selain itu, anda juga boleh mengatakan "Ma'andrö wa'ebolo dödömi" apabila menunjukannya kepada beberapa orang. Arti kalimat tersebut adalah kami memohon maaf (kepada kalian). 


4. Aya khöu wa'ebolo dödö 

"Aya khöu wa'ebolo dödö" sesungguhnya merupakan istilah dalam bahasa Nias yang arti harafiahnya adalah "Kalung milikmu adalah kesabaran". Tetapi, dalam percakapan sehari-hari, penutur bahasa Nias sering menggunakannya untuk meminta maaf atas perbuatan seseorang. 

Maksudnya, begini. 

Anggaplah dalam suatu waktu anda dan seorang temanmu sedang menemui orang lain. Pada saat kalian bertemu dengan orang yang dituju, ternyata teman anda bertingkah kurang sopan/aneh misalnya. 

Nah, untuk menanggapi keadaan tersebut, anda dapat mengucapakan "Aya khöu (khömö) wa'ebolo dödö, ama". Secara kontekstual, kalimat tersebut dapat dimaknai sebagai "Semoga selalu ada maaf atas perbuatan/ucapannya, pak"

Anda pun boleh menambahkan kalimat tersebut dengan mengucapkan "No sambö fa'aboto ba dödö nasa ia". Artinya adalah "Dia belum cukup dewasa (masih labil)"


5. Böi irö'ö bakha ba dödö na so zi fasala ndra'odo 

Artinya: Jangan menyimpan ke dalam hati jika ada salahku

Meski ucapan ini kedengaran biasa saja, namun orang Nias sering menggunakannya dalam percakapan sehari-hari, khususnya untuk permintaan maaf kepada seseorang.



Merespon Permintaan Maaf 

Selain mampu meminta maaf, merespon juga dianggap penting diketahui. Kalimat-kalimat ini dapat dituturkan jika seseorang meminta maaf kepada anda. Dalam konteks ini, permintaan maaf dikabulkan. 

Berikut beberapa cara membalas/merespon permintaan maaf dalam bahasa Nias: 


1. Lau, nakhi. Ebolo dödögu khömö 

Artinya: Baik, dik. Aku memaafkanmu. 


2. Ubologö dödögu khömö, nakhi.

Artinya: Aku memaafkanmu, dik. Selain itu, anda pun boleh mengatakan "ubologö dödögu ba gamuatamö" (saya memaafkan perbuatanmu), "Ebolo dödögu ba wehedemö andrö" (saya memaafkan tutur katamu itu). 



Menanyakan "Apa" 

Untuk menanyakan "Apa", gunakan kata "Hadia". Pada artikel sebelumnya, kalimat yang diawali dengan kata hadia telah dicontohkan dalam berbagai konteks. 

Nah, untuk menanyakan sesuatu, perhatikan beberapa contoh berikut ini: 


1. Hadia mbaŵa wa'atumbumö? 

Artinya: Apa tanggal (bulan) kelahiranmu? 

Untuk menjawabnya, perlu dimulai dari tanggal, bulan dan tahun. Misalnya: 04 juni 2001. Jadi, bahasa Nias-nya adalah "Öfa mbaŵa si Önö dua ribu a sara"


2. Hadia mbaŵa we'asomö? 

Artinya: Apa tanggal kedatanganmu? 


3. Hadia ngaluo we'asomö? 

Artinya: Apa hari/tanggal kedatanganmu? 

Nah, untuk menjawab ini, boleh hanya dengan menyebutkan nama harinya saja, boleh juga dengan melengkapi tanggalnya. 

Misalnya, anda ingin mengatakan "hari senin". Dalam bahasa Nias, frasa tersebut dapat diterjemahkan "Luo sinaya"

Nama-nama hari dalam bahasa Nias: Sinaya (Senin), Salasa (Selasa), Rabu (Rabu), Kami (Kamis), Zumaha (Jum'at), Satu (Sabtu), Migu (Minggu). 


4. Hadia geluaha na laŵa'ö me'e? 

Artinya: Apa maknanya kalau dikatakan me'e

Dalam bahasa Nias, kata me'e artinya menangis. 


5. Hadia duria moroi khömö? 

Artinya: Apa kabar darimu? 

Untuk menjawabnya, boleh mengatakan "Turia si sökhi" (kabar baik). 



Menanyakan "Siapa" 

Untuk menanyakan Siapa, gunakan kata "Haniha".

Fungsi kata tanya Haniha sama dengan fungsinya dalam bahasa Indonesia yaitu untuk menanyakan orang sebagai subjek. Kecuali untuk menanyakan nama seseorang, kata Haniha digunakan. Misalnya: 


1. Haniha döimö, nogu? 

Artinya: Siapa namamu, nak? 


2. Haniha döimö, nakhi? 

Artinya: Siapa namamu, dik? 


3. Haniha döimö, ga'a? 

Artinya: Siapa namamu, kak/bang? 


4. Haniha döinia? 

Artinya: Siapa namanya? 


5. Haniha zotöi ga Kohe

Artinya: Siapa yang bernama Kohe



Menanyakan "Mengapa" 

Untuk menanyakan "Mengapa", gunakan kata tanya "Hana". Misalnya: 


1. Hana ara? 

Artinya: Mengapa lama? 


2. Hana alio? 

Artinya: Mengapa cepat? 


3. Hana tohare'ö? 

Artinya: Mengapa kamu datang? 


4. Hana lö tohare'ö? 

Artinya: Mengapa kamu tidak datang? 


5. Hana ua? 

Artinya: Mengapa emangnya? 



Menanyakan "Kapan" 

Untuk menanyakan "kapan" atau waktu suatu kegiatan, peristiwa maupun keadaan, gunakan kata: 


1. Hamega

Kata tanya ini digunakan apabila kegiatan telah berlalu. Misalnya, "Hamega tohare ami?" (Kapan kalian datang?) 

Sementara untuk menanyakan waktu kegiatan/kodisi di masa mendatang, gunakan kata hawa'ara


2. Hawa'ara 

Kata tanya hawa'ara digunakan untuk menanyakan sesuatu yang akan terjadi di masa depan. Misalnya, "Hawa'ara tohare ami?" (Kapan kalian akan tiba?). 



Menanyakan "Bagaimana"

Untuk menanyakan sesuatu dengan kata "Bagaimana", gunakan kata tanya "Hewisa" atau "Hawisa". Misalnya:


1. Hewisa na mofanö ita? 

Artinya: Bagaimana kalau kita berangkat?


2. Hewisa na fao ita? 

Artinya: Bagaimana kalau kita barengan?


3. Hewisa wolau da'a? 

Artinya: Bagaimana melakukan ini?


4. Hewisa lalada? 

Artinya: Bagaimana mana jalan kita?

Yang dimaksudkan dengan kata jalan di sini adalah alat transportasi/kendaraan yang hendak digunakan.


5. Hewisa wangai ya'ia?

Artinya: Bagaimana mengambilnya?



Menanyakan "Berapa"

Kata tanya "Berapa" biasanya digunakan untuk menanyakan jumlah sesuatu benda/barang, harga, maupun waktu. Umumnya, kata "berapa" dapat diterjemahkan dalam bahasa Nias menjadi "Hauga"

1. Untuk menanyakan jumlah barang, gunakan kata "Hauga" atau "Hauga wa'oya". Misalnya, Hauga wa'oya mbuku da'ö? (Berapa banyak buku itu?)

2. Untuk menanyakan jumlah orang/peserta, gunakan kata "Hauga" atau "Hauga wa'ato". Misalnya, Hauga wa'ato domeda? (Berapa banyak tamu kita?).

3. Untuk menanyakan harga/tarif barang, gunakan kata/frasa berikut:

  • "Hauga" (berapa/berapa harganya), 
  • "Hauga mböli" (berapa harga),
  • "Hauga sambua" (berapa harga per unit/biji), 
  • "Hauga sadaŵi" (berapa harga seikat: digunakan untuk buah-buhan),
  • "Hauga sagörö" (berapa harga selembar),
  • "Hauga sageu" (berapa harga sebatang: digunakan untuk pohon/batangan kayu),
  • "Hauga sazare" (berapa harga seikat: digunakan untuk seikat ikan/hewan air lainnya yang dijual dengan jumlah seikat),
  • "Hauga sakilo" (berapa harga sekilo),
  • "Hauga sahari" (berapa tarif/biaya sehari).

4. Untuk menanyakan jumlah frekuensi, gunakan frasa:

  • Hauga kali (berapa kali). Misalnya, Hauga kali manga'ö ba zi sahari? (berapa kali kamu makan dalam sehari?),
  • Hauga kali sahari (berapa kali sehari). Misalnya, Hauga kali sahari ndra'ugö ba da'a? (berapa kali sehari kamu di sini?),
  • Hauga kali samigu (berapa kali seminggu). Misalnya, Hauga kali samigu wangehaogö da'ö? (Berapa kali seminggu mengerjakannya?),
  • Hauga kali sara waŵa (berapa kali sebulan). Misalnya, Hauga kali sara waŵa ami ba da'a? (berapa kali sebulan kalian di sini?),
  • Hauga kali zi döfi (berapa kali setahun). Misalnya Hauga kali zi döfi toröi'ö ba da'a? (berapa kali setahun kamu tinggal di sini?).

5. Untuk menanyakan lama waktu secara umum, gunakan frasa tanya: Hauga wa'ara (berapa lama). Frasa tanya lainnya yang sering digunakan:

  • Hauga hari atau hauga ngaluo (berapa hari). Misalnya, Hauga ngaluo sa'ae ndra'ugö ba da'a? (sudah berapa hari kamu di sini?),
  • Hauga migu (berapa minggu). Misalnya, Hauga migu ndra'ugö wangehaogö da'ö? (Berapa minggu kamu mengerjakannya?),
  • Hauga waŵa (berapa bulan). Misalnya, Hauga waŵa ami ba da'a? (berapa bulan kalian di sini?),
  • Hauga fakhe (berapa tahun). Misalnya Hauga fakhe toröi'ö ba da'a? (berapa tahun kamu tinggal di sini?).


Menanyakan di/ke/ yang mana

Untuk menanyakan di mana, ke mana maupun yang mana dalam bahasa Nias, gunakan kata tanya "Hezo". Sedangkan khusus untuk kata tanya baku di mana/ke mana pada dasarnya dikatakan Heza. Namun demikian, seiring dengan perkembangan bahasa daerah, penuturnya mulai jarang menggunakan kata tanya tersebut. Sebagai penggantinya, mereka mengucapkan Hezo untuk menannyakan di/ke mana.

1. Di mana 

  • Hezo da'ö? (di mana itu?),
  • Hezo so ia? (di mana dia berada?),
  • Hezo so ami? (di mana kalian berada?),
  • Hezo so ndra'ugö? (di mana kamu berada?),
  • Hezo so ira? (di mana mereka berada?),
  • Hezo so ita? (di mana kita berada?),
  • Hezo so ga Dhya? (di mana Dhya berada?).

2. Ke mana 

  • Hezo numalö? (mau ke mana?),
  • Hezo numalö'ö? (ke mana kamu pergi?),
  • Hezo numalö ia? (ke mana dia pergi?),
  • Hezo numalö ami? (ke mana kalian pergi?),
  • Hezo numalö ira? (ke mana mereka pergi?),
  • Hezo numalö ita? (ke mana kita pergi?),
  • Hezo numalö ga Dhya? (ke mana Dhya pergi?),
  • Hezo numalö ndra ga Dhya? (ke mana orang si Dhya dan lainnya pergi?).

3. Yang mana 

  • Hezo zomasi'ö? (yang mana yang kamu suka?),
  • Hezo so ia ba da'a? (yang mana dia di sini?),
  • Hezo nifilimö? (yang mana yang kamu pilih?).


Kepada Yang Terhormat (Yth.) dalam Bahasa Nias 

Dalam berpidato maupun menulis surat resmi, ucapan hormat selalu digunakan. Nah, untuk  mengatakan Yth. dengan bahasa Nias, gunakan "Nifosumange". Sedangkan untuk tulisan surat resmi yang biasanya disingkat, maka boleh menggunakan singkatan "Nif." selanjutnya disertai oleh nama orang atau nama gelar jabatan seseorang yang dituju. 


Misalnya: 

1. Nifosumange (Kepada/Yang Terhormat)

  • Nifosumange Satua Mbanua (Kepada Yang Terhormat Orang Tua Desa),
  • Nifosumange Kepala Desa (Kepada Yang Terhormat Kepala Desa),
  • Nifosumange Ama/Ina ba Ira Talifusö fefu (Kepada Yang Terhormat Bapak/Ibu dan Saudara sekalian),
  • Nifosumange Walikota Gunungsitoli (Kepada Yang Terhormat Walikota Gunungsitoli),
  • Nifosumange Bupati Nias (Kepada Yang Terhormat Bupati Nias),
  • Nifosumange Bupati Nias Utara (Kepada Yang Terhormat Bupati Nias Utara),
  • Nifosumange Bupati Nias Barat (Kepada Yang Terhormat Bupati Nias Barat),
  • Nifosumange Bupati Nias Selatan (Kepada Yang Terhormat Bupati Nias Selatan).

2. Nif. (Kepada/Yth.) 

  • Nif. Satua Mbanua (Kepada Yth. Orang Tua Desa),
  • Nif. Kepala Desa (Kepada Yth. Kepala Desa),
  • Nif. Ama/Ina ba Ira Talifusö fefu (Kepada Yth. Bapak/Ibu dan Saudara sekalian),
  • Nif. Walikota Gunungsitoli (Kepada Yth. Walikota Gunungsitoli),
  • Nif. Bupati Nias (Kepada Yth. Bupati Nias),
  • Nif. Bupati Nias Utara (Kepada Yth. Bupati Nias Utara),
  • Nif. Bupati Nias Barat (Kepada Yth. Bupati Nias Barat),
  • Nif. Bupati Nias Selatan (Kepada Yth. Bupati Nias Selatan).


Salam Pembuka dalam berpidato 

Apabila ingin berpidato dalam bahasa Nias, anda boleh membuka salam dengan beberapa ucapan berikut ini:

1. U'owai ami fefu ya'ahowu! (Kusampaikan salam untuk semua Ya'ahowu!),

2. Tema wangowaigu ba Li Niha ya'ahowu! (Terimalah salamku dalam Bahasa Nias Ya'ahowu!),

3. Ufa'ema wangowaigu ba Li Niha ya'ahowu! (Kuucapkan salamku dalam Bahasa Nias Ya'ahowu!),

4. Si'oföna, u'owai ndra ama/ina ba talifusö fefu ya'ahowu! (Pertama-tama, kusampaikan salam kepada bapak/ibu dan saudara sekalian ya'ahowu!),

5. Saohagölö ginötö nifaehagö khögu, u'owai ami fefu ya'ahowu! (Terima kasih atas waktu/kesempatan yang diberikan kepadaku, terimalah salamku ya'ahowu!).


Salam Penutup dalam berpidato

Untuk menutup pidato dengan menggunakan salam dan bahasa Nias, anda boleh mengucapkan:

  1. Sakali tö u'owai ami fefu ya'ahowu! (Sekali lagi, kusampaikan salam untuk semua Ya'ahowu!),
  2. Ufuli u'owai ami fefu ya'ahowu! (Kembali saya haturkan salam kepada kalian semua Ya'ahowu!).

Post a Comment for "Bahasa Nias Sehari-Hari: Kalimat yang sering digunakan"