Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Kata-Kata Gaul Bahasa Nias Sehari-Hari yang Populer

Bahasa Nias Language Li Niha



Bahasa Nias Sehari-hari. Salah satu cara mudah belajar berbicara bahasa Nias yaitu dengan mengerti apa saja kata-kata yang diucapkan dalam keseharian penuturnya. Kata-kata yang mereka gunakan pun, biasanya, sulit untuk dicari terjemahannya dalam Kamus Li Niha. Apalagi jika ungkapan mereka mengandung makna lain yang tidak relevan dengan terjemahan kata aslinya. 

Hal ini memang bertentangan dengan kaidah penggunaan li niha yang standar, tetapi fenomena sosial demikian sering terjadi. Artinya, jika ingin tau lebih banyak tentang bahasa lokal orang Nias, sobat perlu mempelajari kata-kata gaul, yang tidak formal. Dengan ini, anda dapat terbantu memahami ucapan lisannya dengan lebih baik. 

Meski begitu, sobat perlu tahu bahwa di Pulau Nias itu terdapat beberapa varietas lokal yang membuat bahasanya sulit dimengerti dengan baik oleh penutur kedua maupun asing. Varietasnya berkaitan dengan cara mereka menyampaikan suatu kata, penggunaan kata-kata seru yang tidak dapat ditemukan dalam kamus dan lainnya.

Sudah pasti, jika tidak membaca artikel ini, sobat bisa saja kewalahan atau salah pengertian saat berkomunikasi. Dengan kata lain, anda beruntung menemukan artikel ini agar lebih mudah berbahasa Nias dengan berbagai kosakata populer dan terbaru. 

Misalnya, jika anda bertemu seorang teman dan dia mengatakan, "Lö Aoha Ndra'ugö!". Dalam kamus bahasa Nias, arti per kata akan ditemukan seperti ini: adalah kata kontraksi dari Lö'ö yang artinya "Tidak". Aoha artinya "ringan". Sedangkan Ndra'ugö adalah variasi dari kata Ya'ugö yang berarti "Anda, Kamu". Sesuai terjemahan itu, kita yang bukan penutur aslinya bisa saja mengartikannya "Kamu tidak ringan" atau juga "Kamu Berat". 

Nah, di sinilah fungsi pembahasan ini. "Lö Aoha Ndra'ugö!" tidak dimaksudkan demikian oleh penuturnya. Makna sesungguhnya dari kalimat tersebut adalah:

1. Makna umum,

  • Kamu hebat sekali!
  • Luar biasa!
  • Salut!

2. Makna sindiran,

  • Sok banget,
  • Gayaan sekali,
  • Merasa hebat. 

Sobat mungkin bertanya, "Kok begitu maknanya?"

Begini penjelasannya.

Kedua kategori makna tersebut dapat terjalin berdasarkan konteks dan ekspresi penuturnya. Meski poin kedua diistilahkan dengan makna sindiran, tetapi mereka menggunakannya dengan tujuan lelucon. Jadi, jangan sampai di bawa ke hati. "Kalau ga lucu pastinya ga akur, ga akrab". Makin akrab, makin bagus.

Selanjutnya, untuk mengatakan "Kamu berat" dalam bahasa Nias khususnya dialek utara, penuturnya sering mengucapkan "Abua ae Ndra'ugö!". Itulah perbedaannya. 

Menarik, kan? Nah, berbicaralah layaknya penutur asli bahasa Nias sekarang juga.

Melalui artikel ini, anda dapat mempelajari berbagai kata-kata lainnya yang sering diucapkan dalam bahasa Nias sehari-hari. Tetapi sebelumnya, anda wajib tahu bahwa ucapan-ucapan ini tidak layak  dituturkan kepada orang yang lebih tua. Itu dapat dianggap tidak sopan dalam kultur Nias. 

Penggunaan kata-kata ini hanya layak untuk teman kompak dengan usia sederajat.


Kata-Kata Sapaan Gaul Bahasa Nias 

Kata-kata sapaan umum yang sering diucapkan penuturnya. 

1. Halo

Kata "Halo" juga sering diucapkan penutur bahasa Nias dengan arti yang sama dalam bahasa Indonesia yakni "halo". Selain digunakan sebagai sapaan saat berkomunikasi melalui sambungan telepon, dalam pertemuan sehari-hari juga digunakan. Semua dialek Nias menggunakannya.

2. He

"He" memiliki arti yang relevan dengan kata "Halo". Biasanya diucapkan kepada teman saat berjumpa. Ini sangat informal dan tidak layak untuk orang yang lebih tua usianya. 

3. Haöyö 

Sapaan "Haöyö" biasanya diucapkan kepada seorang teman dengan arti "Halo". Jika anda mencari terjemahannya dalam kamus li niha, mungkin sulit mendapatkan arti kata tersebut. Sebab, hanya sebagai ucapan sehari-hari dan biasanya dituturkan oleh pengguna dialek nias bagian tengah dan selatan. Meskipun demikian, terkadang juga penutur bagian utara termasuk di kota Gunungsitoli menggunakannya.

4. Hewisa? 

Kata "hewisa" berarti "Bagaimana". Namun, seiring dengan tradisi penggunaan bahasa lokal, penuturnya sering menggunakan kata ini sebagai sapaan pada saat bertemu teman dengan maksud untuk menanyakan "Bagaimana kabarmu?". Jadi, anda boleh menjawabnya "Sökhi", "Seha" atau lainnya. Terkadang, dalam tuturan mereka memungkinkan anda hanya mendengar kata" Heisa" saja. Ini dialek bagian utara.

5. Haega?

Kata ini sering diucapkan di wilayah Nias Selatan, Telukdalam dan lainnya. Arti sesungguhnya adalah "Ke mana/di mana". Tetapi, jika kata ini digunakan pada saat bertemu seseorang, makna yang dimaksudkan adalah "Mau pergi ke mana?". Apabila pernah ke Telukdalam seperti di Bawömataluo, Siwalawa, Ono Hondrö, Hilinawalö Fau, Hilisimaetanö dan lainnya, kata ini akan dengan mudah didengar setiap hari. 

Bahkan, dengan makna yang sama, mereka sering mengucapkannya dengan variasi tambahan seperti: Haega ha?, Haega e sui?, Haega no?Haega va?Haega ha no?Haega e no?. Nah, kalau disapa demikian, boleh secara singkat membalasnya dengan ucapan "Gu möi ba...." (Saya mau pergi ke....) atau "Ga möi ba...." (kami mau pergi ke....).

6. E, Kaŵa 

Pada dasarnya, "E, kaŵa" dapat digunakan untuk memanggil teman. Tetapi, jika diucapkan ketika berpapasan/bertemu teman secara tiba-tiba dalam perjalanan, maka "e, kaŵa" merujuk pada sapaan. Kata "kaŵa" merupakan kata adopsi dari bahasa Indonesia yang sekarang ini lebih banyak digunakan daripada kata aslinya yakni "Gawö" (Teman, kawan, sahabat). Ucapan tersebut digunakan pada semua dialek yang terdapat di Pulau Nias, Tanö Niha. 

Dengan demikian, anda boleh membalas dengan ucapan yang sama atau mengatakan "e" saja.


Kata-Kata Gaul Sehari-hari

Kata-kata gaul yang dimaksudkan adalah kata-kata yang digunakan sehari-hari tanpa berbasis pada aturan kebahasaan yang sesungguhnya. Bahkan, terkadang kata-kata yang digunakan tidak memiliki arti baku dalam bahasa Nias, namun dapat dimengerti dalam hubungan komunikasi komunitasnya. Semuanya terjadi secara natural, alami. 

Bahasa Nias Sehari-hari

Jika melihat kata-kata yang termuat pada gambar di atas, kalimatnya serba campur. Ada bahasa Nias, ada singkatan dari bahasa Inggris (yaitu VC: Video Call) dan terdapat ucapan yang sesungguhnya plesetan dari bentukan asli yang membuatnya sulit diterjemahkan. 

7. Fa VC ita ua ilakhiö!! 

Jika mencari dalam kamus, sebagian besar kata-kata di atas, sulit ditemukan artinya. Berdasarkan kalimatnya, secara umum dapat diterjemahkan menjadi "Kita VC-an bentar lah!!"

Akan tetapi, ucapan ini sedikit bernilai kurang sopan; hanya ditujukan pada teman kompak atau pacar. Yang membuatnya kurang sopan adalah ucapan ilakhiö. Meskipun bukan makian, tetapi ucapan tersebut merupakan ungkapan rasa kesal, kecewa atau marah. Sering juga dituturkan jika ingin bercanda terhadap teman sebaya.

Ilakhiö adalah plesetan dari ungkapan "ya ilakhi'ö ohi", yang menimbulkan makna lain yaitu lah atau dong. Biasanya, ungkapan tersebut hanya dituturkan oleh kelompok anak berusia muda kepada temannya. Pengguna kata-kata gaul ini adalah penutur Li Niha dialek utara.

8. He, Bati! 

"He Bati!" merupakan seruan tidak formal dalam bahasa Nias; lebih tepatnya bahasa pergaulan anak muda. Jika seseorang mengatakan "He, Bati!" dapat disesuaikan terjemahannya dalam bahasa Indonesia yaitu "Ya, ampun!". 

Bahkan kata "bati" tidak memiliki arti dalam kamus Nias, tetapi secara hubungan komunikasi, itulah bagian dari seruan yang dimengerti bersama dalam komunitas. Seruan ini merupakan ekspresi perasaan terkejut/heran, tidak menyangka sesuatu hal terjadi tiba-tiba, yang penggunanya adalah penutur berdialek bagian utara. Secara kebahasaan Nias, ucapan tersebut tidak termasuk makian, tetapi bernilai kurang sopan.

9. He, Nati! 

"He, Nati!" merupakan seruan tidak formal dalam bahasa Nias; lebih tepatnya bahasa pergaulan anak muda. Jika seseorang mengatakan "He, Nati!" dapat disesuaikan terjemahannya dalam bahasa Indonesia yaitu "Ya, ampun!". Secara kebahasaan, ucapan tersebut tidak termasuk makian, tetapi bernilai kurang sopan. 

Sama seperti "bati", kata "nati" juga tidak termuat dalam kamus Nias (tidak bermakna), namun secara lisan masyarakatnya mengenal maksud ucapan tersebut. Ini merupakan ekspresi perasaan terkejut/ungkapan perasaan heran, yang penggunanya adalah penutur berdialek bagian utara.

10. He, So'ama

"He, So'ama" merupakan seruan yang bermakna "Ya, ampun". Ini dituturkan dalam dialek bagian utara Nias (Northern Nias Dialect). Beberapa plesetan lainnya dengan arti/makna yang sama, antara lain:

  • He, So'afi (ya, ampun/astaga),
  • He, So'ahe (ya, ampun/astaga),
  • He, So'afi danö (ya, ampun/astaga).

Ungkapan ini secara kebahasan dapat dikatakan sopan. Ibarat mengatakan dalam bahasa Inggris: "Oh, My!" atau "Oh, My Gosh". Demikian juga dengan "He, So'ama". 

11. He, Lowe 

"He, Lowe" adalah ekspresi perasaan (seruan) yang berhubungan dengan rasa takut, terkejut, malu maupun kagum. Seruan ini berasal dari versi aslinya yaitu "He, Lowalangi" yang artinya "Ya, Tuhan". Namun, untuk menghindari kebiasaan mengucapkan Tuhan sembarangan, plesetan terjadi. Selain plesetan dengan kata "Lowe" juga dikatakan "Lowa". Ini dituturkan dalam dialek bagian utara. 

12. E, Kaŵa e 

Jika seseorang mengatakan "E, kaŵa e", artinya dia ingin memberitahumu bahwa dia sedang tidak tertarik melakukannya/sedang malas/menolak. 

Dengan kata lain, "E, kaŵa e" mengandung makna "Kawan, aku sedang malas". Selain dengan menggunakan kata-kata tersebut, sering juga penutur Nias dialek utara mengatakan "Ae'e!". 

 13. Famio-mio

"Famio-mio" merujuk pada pergerakan mulut dan bagian wajah. Kata ini ditujukan kepada seseorang yang bersungut-sungut sendiri. Biasanya dalam dialek bagian utara, penuturnya mengatakan "Famio-mio'ö manö". Artinya, bersungut-sungut sajalah. Sementara penutur di bagian selatan (Southern Nias Dialect) cenderung mengucapkannya dengan kalimat "Famio-mio manö ndraugö". 

Selain arti bersungut-sungut, juga dapat merujukan pada interpretasi terhadap ucapan yang berbelit-belit/tidak tepat. Sehingga mereka sering mengatakan "Famio-mio manö mbawamö"(artinya: asal ngomong saja).

14. Falawusi 

Ini adalah kata yang arti sebenarnya adalah "tumpukan/padatkan dengan (sesuatu)" dan tergolong sebagai kata kerja li niha. Nah, jika seseorang mengatakan "Na no afölido, ufalawusi dania", artinya "Jika saya sudah jenuh, kuluapkan nanti". Dengan kalimat ini, unsur emosional seperti amarah menyertai maknanya. Jadi, falawusi dalam kalimat tersebut tidak lagi berarti tumpuk/tumpukan tetapi luapkan dengan amarah

15. Bakö/Nakö 

"Bakö" atau "Nakö" keduanya merupakan istilah tidak formal bahasa Nias untuk mangatakan "lah". Contoh: "Böi bakö" artinya "Janganlah". Bakö, nakö bersinonim dengan kata bale yang artinya "lah" dalam bahasa Indonesia. Meskipun demikian, kata "bale" adalah kata pelembut paling sopan.

16. Ce'es

Istilah "Ce'es" sangat populer di wilayah selatan Pulau Nias seperti Telukdalam dan lainnya. Ini adalah bahasa pergaulan yang artinya "kawan, teman, sahabat, sobat, rekan". Secara kebahasaan Nias, tidak ada kata tersebut. Tetapi, penggunaannya sangat sering pada kalangan remaja untuk memanggil atau sebagai sebutan untuk teman. 


Penutup 

Dari beberapa uraian kata-kata gaul bahasa Nias Sehari-hari di halaman ini, setidaknya dapat membantu anda untuk berkomunikasi lebih akrab dengan masyarakat lokal Nias, yang disebut Ono Niha secara tradisionalnya. Selain itu, tetap perhatikan petunjuk penggunaannya supaya mendapat pengalaman terbaik. 

Apabila ada hal yang masih diragukan tentang arti bahasa gaul lainnya yang belum sempat dimuat dalam artikel ini, silakan ajukan dalam kolom komentar.


Post a Comment for "Kata-Kata Gaul Bahasa Nias Sehari-Hari yang Populer"