Pola Kalimat Bahasa Nias Dialek Selatan

Bahasa Nias Dialek Selatan yang lebih dikenal dengan sebutan Li Niha Raya merupakan Bahasa Nias yang dituturkan oleh masyarakat yang berada di bagian selatan Pulau Nias, seperti di kota Telukdalam dan sekitarnya dengan dialek yang jauh berbeda daripada dialek penutur yang berada di Gunungsitoli, Nias Utara dan Nias Barat. 

Bahasa Nias dengan dialek Selatan atau lebih dekatnya dialek Telukdalam dan sekitarnya merupakan salah satu dialek bahasa Nias yang memiliki pola kalimat yang lebih rumit dibandingkan dengan bahasa Nias dengan dialek Kota Gunungsitoli dan sekitarnya. 

Hal tersebut membuat para penutur bahasa Nias di wilayah kota Gunungsitoli, Nias Utara dan Nias Barat tidak dapat memahami dialek Nias Selatan (Telukdalam) dengan lebih mudah.

Faktanya, banyak penutur Bahasa Nias dialek Gunungsitoli yang tidak bisa memahami perkataan penutur di bagian selatan Pulau Nias. Sedangkan, para penutur bahasa Nias Selatan lebih mudah memahami dialek Gunungsitoli dan sekitarnya. 

Dalam Bahasa Nias dialek Selatan tersebut memiliki ragam variasi baik penggunaan Kata Ganti dan bentukan kalimatnya yang bisa menentukan waktu peristiwa/terjadinya kegiatan subjek atau pelaku dalam kalimat yang digunakan atau hal lainnya. 

Untuk memahami lebih jauh tentang Li Niha Raya (Bahasa Nias Dialek Selatan) ini, penulis akan menuliskan pola kalimat beserta contoh dan terjemahannya.

Baca Juga: Kata Kerja Bahasa Nias Dialek Selatan



POLA KALIMAT AFIRMATIF LI NIHA RAYA

1. Kalimat Verbal

a. Waktu sekarang
Menggunakan subjek: U-, Õ-, La-, Mi, Ma-, Ta-, I-. Jika ingin menunjukkan kegiatan yang sedang berlangsung, tambahkan kata "Lau" setelah subjeknya.
Pola 1: Subjek + Predikat + Objek (+ Pelengkap/Keterangan)
Pola 2: Subjek Predikat (+ Keterangan) 
Contoh:

  1. Usura jura khönia (saya menulis surat untuknya)
  2. Lalau manalui sekhula (mereka sedang mencari buah kelapa)
  3. Mi lau mondri (kalian sedang mandi) 
  4. Ta'onoro jekhula ndre (kita angkat kelapa itu)
  5. Ifajökhi nomora (dia membangun/ memperbaiki rumah mereka)
  6. Õlau mondrino gowi  eu (kamu sedang memasak ubi jalar)
  7. Malau mondrino gowi  eu (kami sedang memasak ubi jalar)

Menggunakan subjek: Ndraoto, Ndraugö, Ndraga, Ita, Ira, Mi dan Ya. Jika ingin menunjukkan kegiatan yang sedang berlangsung, maka kata kerjanya dilakukan "pengulangan" khusus untuk subjek di atas. Selain itu, pengulangan kata kerja juga dapat berfungsi untuk menunjukkan suatu kegiatan yang dilakukan secara berulang-ulang/rutinitas.
Pola Verbal: Predikat + Objek (+ Pelengkap/Keterangan) Subjek
Contoh:

  1. Manura sura ndraoto (saya menulis surat untuknya)
  2. Manalui sekhula ira (mereka sedang mencari buah kelapa)
  3. Mondri-mondri mi (kalian sedang mandi) 
  4. Monoro sekhula ita (kita angkat kelapa itu)
  5. Mamajökhi-jökhi omo ya (dia sedang membangun/ memperbaiki rumah mereka)
  6. Mondrino-ndrino gowi eu ndraugo (kamu sedang memasak ubi jalar)
  7. Mondrino-ndrino gowi eu ndraga (kami sedang/biasanya memasak ubi jalar)

b. Waktu Lampau
Menggunakan subjek  U-, Õ-, La-, Mi, Ma-, Ta-, I-. Pada kalimat bentukan lampau, subjek di atas hanya dapat berfungsi untuk kalimat afirmatif masa lampu yang predikatnya menggunakan kata kerja Transitif dan Intransitif.
Pola Verbal-1: Ma + Subjek Predikat + Objek (+ Pelengkap/Keterangan)
Pola Verbal-2: Ma + Subjek Predikat (Keterangan) 
Contoh:
  1. Ma usura jura khönia (saya telah menulis surat untuknya)
  2. Ma la'alui jekhula mema'e (mereka telah mencari buah kelapa tadi)
  3. Ma midoro gefe khönia (kalian telah mengantarkan uang kepadanya)
  4. Ma ta'onoro jekhula ndre (kita telah mengangkat buah kelapa itu)
  5. Ma ifajökhi nomora (dia telah membangun/ memperbaiki rumah mereka)
  6. Ma örino gowi  eu (kamu telah memasak ubi jalar)
  7. Ma marino gowi  eu (kami telah memasak ubi jalar)

    Menggunakan subjek: Ndraoto, Ndraugö, Ndraga, Ita, Ira, Mi dan Ya. Jika ingin menunjukkan kegiatan yang telah terjadi pada masa lampu dengan menggunakan subjek di atas, maka subjek di atas dapat digunakan untuk kata kerja intransitif dan transitif.
    Pola Verbal: Ma + Predikat S (+ Keterangan)
    Pola Verbal: Ma + Predikat + obj S (+ Keterangan) 
    Contoh:
    1. Ma mofanö ndraoto (saya telah pergi)
    2. Ma mofanö ndraugö (kamu telah pergi)
    3. Ma mofanö ndraga (kami telah pergi)
    4. Ma mofanö ita (kita telah pergi)
    5. Ma mofanö ira (mereka telah pergi)
    6. Ma mofanö mi (kalian telah pergi)
    7. Ma mofanö ya (dia telah pergi)


    c. Waktu Akan Datang
    Pada kalimat yang menunjukkan waktu akan datang, gunakan subjek  Gu, Gö, Ndra, Gi, Ga, Da, Ya untuk predikat intransitif maupun transitif. Selain itu, pada kalimat "waktu akan datang", terkadang kata kerja Transitif dan Intransitif-nya mengalami variasi bentukan tidak beraturan seperti bentukan kata kerja berinfiks (sisipanmaupun mengalami perubahan unik. Kapan dan bagaimana  perubahan ini terjadi adalah topik selanjutnya dalam blog ini.
    Pola Verbal: Subjek Predikat + Objek (+ Pelengkap/Keterangan)
    Contoh:

    1. Gu sumura jura khönia (saya akan menulis surat untuknya)
    2. Ndra manalui sekhula (mereka akan mencari buah kelapa)
    3. Gi mondri (kalian akan mandi) 
    4. Da monoro jekhula ndre (kita akan mengangkat/memikul kelapa itu)
    5. Ya vajökhi nomora (dia akan membangun/ memperbaiki rumah mereka)
    6. Gö mondrino gowi  eu (kamu akan memasak ubi jalar)
    7. Ga mondrino gowi  eu (kami akan memasak ubi jalar)

    2. Kalimat Nominal

    Kalimat nominal adalah kalimat yang predikatnya selain kata kerja. Predikatnya bisa kata benda, kata sifat atau kata keterangan yang menjelaskan keadaan atau fungsi subjek dalam kalimat.


    a. Waktu sekarang
    Untuk menyatakan waktu sekarang, subjek yang digunakan adalah Ndaoto, Ndraugö, Mi, Draga, Ya, Ira dan Ita.
    Pola Nominal: Predikat Subjek

    Contoh:

    1. Akhömö ndraoto (saya sakit)
    2. Akhömö ndraugö (kamu sakit)
    3. Akhömö ndraga (kami sakit)
    4. Akhömö mi (kalian sakit)
    5. Akhömö ya (dia sakit)
    6. Akhömö ira (mereka sakit)
    7. Akhömö ita (kita sakit)

    b. Waktu lampau
    Untuk menyatakan waktu lampau, subjek yang digunakan adalah Ndaoto, Ndraugö, Mi, Draga, Ya, Ira dan Ita.
    Pola Nominal: Ma + Predikat Subjek

    Contoh:

    1. Ma akhömö ndraoto (saya telah sakit)
    2. Ma akhömö ndraugö (kamu telah sakit)
    3. Ma akhömö ndraga (kami telah sakit)
    4. Ma akhömö mi (kalian telah sakit)
    5. Ma akhömö ya (dia telah sakit)
    6. Ma akhömö ira (mereka telah sakit)
    7. Ma akhömö ita (kita telah sakit)

    c. Waktu yang akan datang
    Untuk menyatakan waktu yang akan datang, subjek yang digunakan adalah Gu, Gö, Gi, Da, Ya, Ndra dan Ga.
    Pola Nominal: Subjek + Predikat

    Contoh:

    1. Gu marase (saya akan capai)
    2. Gö olofo (kamu akan lapar)
    3. Gi lumana (kalian akan miskin)
    4. Da olofo (kita akan lapar)
    5. Ya olofo (dia akan lapar)
    6. Ndra elunu (mereka akan tersesat)
    7. Ga kayo ( kami akan kaya)
    Pengecualian:
    Penting untuk diketahui bahwa pola kalimat nominal bagian "c" di atas hanya dapat berfungsi untuk predikat yang menggunakan satu kata saja. Jika predikatnya terdiri dari dua kata atau lebih, maka polanya adalah sebagai berikut:

    Pola Nominal #2: Ya + predikat + subjek 

    Pola di atas berlaku untuk subjek kalimat yang menggunakan frasa kata benda untuk menunjukkan suatu makna kata sifat dalam terjemahan bahasa Indonesia. Di sini, perlu digunakan Kata Ganti Milik/ possessive pronouns: -gu (saya), -u/-mö (kamu), -nia (dia), -mi (kalian), -ra (mereka), -ma (kami), -da (kita). 

    Contoh kata:

    1. Ovökhi dödö = haus
    2. Abu dödö = Sedih, berkabung
    3. Omuso dödö =Senang, gembira
    Contoh kalimat:
    1. Ya ovökhi dödöu (kamu akan haus)
    2. Ya abu dödönia  (dia akan sedih)
    3. Ya omuso dödöu (kamu akan senang)


    POLA KALIMAT NEGATIF LI NIHA RAYA

    1. Kalimat Verbal


    a. Waktu sekarang
    Gunakan subjek: U-, Õ-, La-, Mi, Ma-, Ta-, I- untuk kata kerja Transitif dan tambahkan kata "Löna" pada awal kalimatnya. Kalimat ini akan berfungsi sebagai kalimat berita negatif.
    Pola Verbal: Löna + Subjek Predikat + Objek (+ Pelengkap/Keterangan)
    Contoh:

    1. Löna usura jura khönia (saya tidak menulis surat untuknya)
    2. Löna la'alui jekhula (mereka tidak mencari kelapa)
    3. Löna mi öli jekhula (kalian tidak membeli kelapa) 
    4. La ta'onoro jekhula (kita tidak mengangkat kelapa)
    5. Löna ifajökhi nomora (dia tidak membangun/ memperbaiki rumah mereka)
    6. Löna örino gowi  eu (kamu tidak memasak ubi jalar)
    7. Löna marino gowi  eu (kami tidak memasak ubi jalar)

    Gunakan subjek: Ndaoto, Ndraugö, Mi, Draga, Ya, Ira dan Ita.  untuk kata kerja Intransitif dan tambahkan kata "Löna " pada awal kalimatnya. Kalimat ini akan berfungsi sebagai kalimat berita negatif.
    Pola Verbal: Löna + Subjek Predikat 
    Contoh:

    1. Löna mondri ndraoto (saya tidak mandi)
    2. Löna mondri ndraugö (kamu tidak mandi)
    3. Löna mondri ndraga (kami tidak mandi)
    4. Löna mondri ita (kita tidak mandi)
    5. Löna mondri mi (kalian tidak mandi)
    6. Löna mondri ya (dia tidak mandi)
    7. Löna mondri ira (mereka tidak mandi)

    b. Waktu lampau
    Gunakan subjek: -gu (saya), -u/-mö (kamu), -nia (dia), -mi (kalian), -ra (mereka), -ma (kami), -da (kita) untuk kata kerja Transitif dan tambahkan kata "Löna ni" pada awal kalimatnya. Kalimat ini akan berfungsi sebagai kalimat berita negatif.

    Pola Verbal: Löna na + Predikat + Subjek Objek (Pelengkap/Keterangan)
    Contoh:

    1. Löna na udoro gefe (saya belum membawa uang)
    2. Löna na ödoro gefe (kamu belum membawa uang)

    Untuk kalimat dengan predikat kata kerja intransitif, maka gunakan bentukan negatif  "Löna na" atau "Löna na si". Gunakan subjek: Ndaoto, Ndraugö, Mi, Draga, Ya, Ira dan Ita.

    Pola Verbal: Löna na + Predikat + Subjek 
     atau 
    Pola Verbal: Löna na si + Predikat + Subjek

    Contoh:

    1. Löna na si famanö-manö ndraoto (saya belum berbicara)
    2. Löna na mondri ira mema'e (mereka belum mandi tadi)


    c. Waktu yang akan datang
    Untuk menyatakan kalimat negatif dalam waktu yang akan datang, gunakan "Löna" untuk kalimat pernyataan negatif kuat atau kata "Löna na" untuk kalimat negatif dengan tujuan untuk meyakinkan pendengar/pembaca.  Subjek: Gu, Gö, Gi, Da, Ya, Ndra dan Da.

    1). Kalimat pernyataan negatif (bersifat kuat/tegas):

    Pola: Löna + Subjek + Predikat + Objek (Pelengkap/Keterangan)
    Contoh:

    1. Löna gu möi gaö (saya tidak akan ke situ)
    2. Löna ndra mofanö (mereka tidak akan pergi)
    3. Löna gi sumöndra gefe ndre (kalian tidak akan menemukan uang itu)
    4. Löna da mana vakhe ma'akha (kita tidak akan makan nasi hari ini)
    5. Löna ya rumono liu (dia tidak akan mendengarkan suara/perkataanmu)


    2). Kalimat pernyataan negatif (bersifat meyakinkan/mengandung persuasi):

    Pola: Löna na + Subjek + Predikat (+ Objek / Pelengkap/Keterangan)

    Contoh:
    1. Löna na gu möi gaö (saya tidak akan ke situ)
    2. Löna na ndra mofanö (mereka tidak akan pergi)
    3. Löna na gi sumöndra gefe ndre (kalian tidak akan menemukan uang itu)
    4. Löna na da mana vakhe ma'akha (kita tidak akan makan nasi hari ini)
    5. Löna na ya rumono liu (dia tidak akan mendengarkan suara/perkataanmu)

    Catatan:
    Dalam bahasa sehari-hari, penutur bahasa Nias dialek selatan sering kali mengontraksi kata Löna menjadi "na" saja. Akan tetapi, kata atau partikel "na" tersebut tidak dapat digolongkan sebagai bentukan baku atau formal karena masih mengandung nilai etiket yang sangat rendah dalam penggunaannya.



    2. Kalimat Nominal

    ++ Predikat kata sifat

    a. Waktu sekarang

    Pola: LönaPredikat Subjek 

    b. Waktu Lampau

    Pola: Löna s- + Predikat Subjek 
    Contoh:

    1. Löna sakhömö ndraoto
    2. Löna solofo ndraga


    c. Waktu Akan Datang
    -Kalimat negatif tegas
    Pola: Löna + Subjek Predikat 

    -Kalimat negatif untuk meyakinkan
    Pola: Löna na + Subjek Predikat 

    ++ Predikat kata benda

    Pola: Tena + Predikat Subjek 
    Contoh: 

    1. Tena guru ndraoto
    2. Tena iraono ya.



    ++ Predikat kata Keterangan
    Pola1: Tena + Ket so Subjek 
    Contoh:

    1. Tena gaö so ya
    2. Tena gaö so ndraga 


    Pola2: Löna + Subjek + Ket
    Contoh:

    1. Löna ya'oto gaö
    2. Löna ya'ira gaö
    Catatan: subjek untuk pola2 keterangan di atas adalah: ya'oto, yaugö, ya'ami, ya'ira, ya'aga, ya'ia, ya'ita


    Demikian saja penjelasan sederhana tentang Pola Kalimat Bahasa Nias Dialek Selatan yang diuraikan pada halaman ini, khususnya untuk pola kalimat Afirmatif dan Negatif  Li Niha Raya. Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi pelajar bahasa Nias dialek Selatan atau bagi para peneliti bahasa Nias.

    Posting Komentar untuk "Pola Kalimat Bahasa Nias Dialek Selatan"