Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Nama-Nama Hewan dalam Bahasa Nias

Hewan, binatang, fauna, dan satwa/margasatwa adalah kata-kata yang merujuk pada arti yang serupa yaitu makhluk bernyawa yang mampu bergerak atau berpindah tempat dan mampu berinteraksi dengan rangsangan tetapi tidak memiliki akal budi layaknya manusia. 

Dalam bahasa Nias, kata hewan atau binatang dikenal dengan istilah urifö, utu ndru'u dan ösi nidanö

Urifö adalah kata yang merujuk pada  hewan peliharaan atau hewan liar. Utu ndru'u merujuk pada hewan yang hidup dan tinggal di alam bebas tetapi bukan di dalam air. Sedangkan Ösi nidanö adalah hewan air atau binatang yang hidup di dalam air. 

Dengan demikian, nama-nama hewan dalam bahasa Nias disebut Töi-Töi Gurifö

Untuk memahami kosakata tentang nama-nama hewan di dalam bahasa daerah Nias, silakan membaca artikel ini sampai tuntas. 

Bahasa Nias hewan, binatang

Selain terjemahan nama-nama hewan, penjelasan dan contoh kalimat juga telah dilengkapi untuk memudahkan anda mempelajari bahasa Nias. 

1. Angsa 

Angsa adalah hewan sebangsa itik/bebek bertubuh besar dan berleher panjang. Berdasarkan spesiesnya, angsa dikenal sebagai Cygus olor (keluaga anatidae). 

Umumnya, spesies ini mampu berenang di air yang tenang atau di air yang tidak memiliki arus deras. Hewan ini disebut aso atau bebe aso dalam bahasa Nias. 

Kata-kata terkait:

  • Adulo naso = telur angsa,
  • Ono mbebe aso = anak angsa, 

Contoh kata dalam kalimat: 

  • So khögu sageu mbebe aso = saya punya seekor angsa,
  • Bebe aso sawena u'öli da'a = Angsa yang baru saya beli ini,
  • Boi hatö'ögö! Idou'ö aso da'ö = Jangan mendekat! Kamu dipatuk angsa itu, 
  • Hadia so gadulo naso khöra? = Apakah mereka punya telur angsa?,
  • Igohidö mbebe aso da'ö khömö = angsamu itu mengejarku.

2. Anjing 

Anjing merupakan salah satu jenis hewan mamalia dengan subspesies canis lupus familiaris yang hidup di bumi dan termasuk kelompok pemangsa atau pemakan bangkai. Pada dasarnya, anjing merupakan hewan liar yang dapat hidup di hutan bebas, tetapi juga dapat dipelihara oleh manusia.

Secara fisik, anjing memiliki kepala, telinga, hidung, kaki, ekor, dan berbulu. Salah satu kelebihannya adalah memiliki indra penciuman yang sangat tajam yang terbentuk dari 220 juta sel. Artinya, anjing sangat peka terhadap bau. Namun, di sisi lain, anjing hanya dapat melihat beberapa warna saja yaitu kuning, ungu dan ultra violet. 

Dalam bahasa Nias, hewan ini disebut asu

Kata-kata terkait:

  • Asu gatua = anjing hutan,
  • Asu ndru'u = anjing liar, pemburu,
  • Asu nomo = anjing peliharaan,
  • Asu danö = anjing yang dibawa-bawa ke ladang, tetapi bukan untuk berburu,
  • Ono nasu = anak anjing.

Contoh dalam kalimat: 

  • Ono nasugu bohou tumbu = anak anjingku baru saja lahir,
  • No moloi nasura= anjing mereka telah kabur/melarikan diri, 
  • Asunia da'ö = itu adalah anjingnya, 
  • Da'ö nasunia si moloi = itu anjingnya yang kabur, 
  • Asu da'a zi usu nono da'ö = anjing ini yang menggigit anak itu.

3. Ayam 

Ayam adalah hewan (unggas) yang hidup di darat yang dikenal dengan nama asli yakni gallus gallus domesticus. Biasanya, hewan ini memakan padi, beras, dedak, biji-bijian dan rumput/dedaunan. Perkembang-biakannya terjadi melalui perkawinan silang yang menghasilkan telur. Nah, hewan ini disebut manu dalam bahasa Nias. 

Kata-kata terkait: 

  • Manu gatua/ndru'u = ayam hutan/liar, 
  • Manu foto = ayam potong, 
  • Manu jumbo = ayam petelur,
  • Manu mbanua = ayam kampung, 
  • Manu sako = ayam bertubuh mungil (kecil dan pendek),
  • Fa'elo = ayam betina,
  • Adao = ayam jantan, 
  • Silatao = ayam jantan,
  • Ono manu = anak ayam,
  • Adulo manu = telur ayam.

Contoh dalam kalimat: 

  • So nono manunia mahemolu = ada anak ayamnya besok,
  • Omasido wemanga gadulo manu = saya mau makan telur ayam, 
  • No isöndra sageu manu ndru'u = dia telah menemukan seekor ayam liar, 
  • Ahori idou manu = habis tercotok ayam, 
  • Idou gahemö manu = kakimu dipatuk ayam.

4. Babi 

Babi adalah hewan mamalia pemakan daging dan tumbuh-tumbuhan. Jenis mamalia ini hidup di daratan yang berumput. Ciri fisiknya adalah memiliki hidung lemper, berdaun telinga agak lebar, berekor dan tubuhnya dipenuhi bulu. Hewan ini tergolong animalia pintar dan mudah dipelihara. Berdasarkan spesiesnya, mamalia ini memiliki nama Sus Scrofa Domesticus.

Sementara itu, kata babi dalam bahasa Nias disebut Bawi

Kata-kata terkait: 

  • Bawi hao = Sebutan untuk babi yang bertubuh besar,
  • Bawi hada = Babi yang digunakan dalam pesta adat, 
  • Bawi walöŵa = Babi untuk acara pernikahan, 
  • Sigelo = Induk babi betina, 
  • Laimba = Induk babi jantan,
  • Ono mbawi = Anak babi, 
  • Bawi mbanua = Babi kampung, 
  • Simbi mbawi= Bagian dagu babi, 
  • Bawi Ndru'u = Babi hutan, 
  • Sökha = Babi hutan.

Contoh dalam kalimat:

  • Lafamawa mbawi hao = mereka menjual babi besar,
  • Ta'ohe dua nga'eu mbawi = Kita perlu membawa dua ekor babi,
  • Lataba nono mbawira = Mereka menyembelih anak babi mereka,
  • Mo'ono mbawinia = Beranak babinya (babinya melahirkan), 
  • I'ohe sara mbawi hada = dia membawa satu babi adat. 


5. Bangau

Bangau adalah sebutan untuk hewan yang berasal dari keluaga Ciconiidae. Hewan ini juga termasuk jenis burung yang suka memakan katak, ikan, serangga, dan cacing. Bangau berhabitat di daerah kering dan biasanya mencari makanan, seperti daerah persawahan, sungai dan lainnya. Berdasarkan bentuk fisiknya, dia memiliki paruh dan sayap yang agak panjang. 

Nama burung bangau dalam bahasa Nias adalah Tumbao. Sedangkan dalam dialek selatan dikatakan Jimbwao. Sedangkan bangau kuntul yang berhabitat di tempat yang lembab seperti sawah, tepi danau dan rawa sungai disebut Borokoa. Ciri utamanya adalah memiliki paruh lebih pendek daripada bangau. Habitat kuntul (borokoa) adalah di tempat yang lembab.

Kata-kata relevan: 

  • Manu laza = Bangau, 
  • Fofo Tumbao = Burung bangau, 

Contoh dalam kalimat: 

  • No lara'u tumbao ba lazara = mereka telsh menangkap bangau di sawah mereka,
  • Tumbao da'a zi manga uli wakhe = Bangau ini yang memakan padi, 
  • So dua nga'eu tumbao ba lazada = ada dua ekor bangau di sawah kita, 
  • Tumbao da'ö ilau msngalui önia = bangau itu tengaj mencari makanannya, 
  • Baga-baga ae dumbao da'ö = Bangau itu cantik.


6. Bebek 

Bebek adalah hewan yang termasuk spesies burung dalam kelurga anatidae. Bebek juga dikatakan itik dalam bahasa Indonesia. 

Nah, hewan ini memiliki ukuran tubuh yang lebih kecil dibandingkan dengan angsa.  Umumnya, hewan ini suka berenang di air tawar sambil mencari makanan seperti cacing dan lainnya. Sesuai dengan cara perkembang-biakannya, mereka melakukan perkawinan silang antara jantan dan betina yang akhirnya menghasilkan telur.

Dalam bahasa Nias, bebek disebut Bebe

Kata-Kata Relevan: 

  • Adulo mbebe = Telur bebek, 
  • Ono mbebe = anak bebek, 

Contoh dalam kalimat: 

  • U'a gadulo mbebe = saya makan telur bebek, 
  • Ta'a nagole mbebe = kita makan daging bebek, 
  • Ami ae gadulo mbebe da'a = enak sekali telur bebek ini, 
  • Ebua gadulo mbebera = telur bebek mereka besar,
  • No mangadulo khögu mbebe = Bebekku telah bertelur.

7. Buaya 

Buaya adalah hewan reptilia dari keluarga Crocrodylidae. Memiliki tubuh yang panjang dan rahang yang sangat kuat untuk menerkam mangsa. Reptil ini biasanya hidup di dalam air meskipun dalam beberapa kesempatan mereka juga dapat berjalan di daratan tepi sungai untuk berjemur diri atau bertelur. Sesuai dengan penelitian, buaya adalah binatang reptilia pemangsa ikan, burung, mamalia dan memakan jenisnya sendiri. Hewan ini adalah salah satu predator air yang sangat buas.

Nah, buaya disebut juga buaya dalam bahasa Nias.

Kata-kata relevan: 

  • Adulo mbuaya = telur buaya,
  • Ahe mbuaya = kaki buaya, 
  • Ifö mbuaya = gigi buaya, 
  • Ö mbuaya = makanan buaya, 
  • Ono mbuaya = anak buaya,
  • I'o mbuaya = ekor buaya.

Contoh dalam kalimat: 

  • Labe'e gö mbuaya = mereka memberi makan buaya, 
  • So dua nga'eu nono mbuaya mege = ada dua ekor anak buaya tadi,
  • Ibundra nifö mbuaya = dia menggosok gigi buaya,
  • Irau mbuaya = dia menangkap buaya,
  • So mbuaya ba da'ö = ada buaya di situ.


8. Biawak 

Biawak adalah hewan reptilia yang berasal dari keluarga spesies varanidae (varanus). Bentuk tubuhnya lebih besar dari kadal tokek tetapi lebih kecil dari komodo. Biasanya tinggal di tempat yang lembab, seperti gorong-gorong air, padang rumput dan tepian sungai. 

Biawak biasanya memakan ikan, tikus, serangga, kodok dan lainnya. Bahkan reptilia yang berukuran lebih kecil darinya  dimangsa juga. 

Nah, biawak ini disebut Boroe dalam bahasa Nias. 

Kata-kata relevan: 

  • Boroe narö gara = Biawak berhabitat di lubang batu, 
  • Boroe döla geu = biawak yang berhabitat di dalam lubang kayu/pohon,
  • Adulo mboroe = Telur biawak.

Contoh dalam kalimat: 

  • So dombua gadulo mboroe = ada dua telur biawak,
  • La'a mboroe = mereka makan biawak,
  • La'uri mboroe = mereka memelihara biawak,
  • Ira'u nono mboroe = dia menangkap anak biawak,
  • Lafamawa gadulo mboroe = mereka menjual telur biawak.


9. Bunglon 

Bunglon adalah salah satu jenis kadal yang dikenal dengan nama genus Calotes yang berasal dari keluarga agamidae. Hewan ini biasanya memakan serangga.

Keunikan utama hewan ini adalah mampu mengubah warna kulitnya menjadi hijau tua atau muda, merah, kuning, abu-abu, orange, sian, ungu, pink atau kombinasi dari beberapa warna tersebut. Perubahan itu disebabkan dengan adanya zat nano kristal yang terdapat pada permukaan kulit bunglon. 

Sedangkan tujuan perubahannya yaitu untuk menyamarkan diri dengan warna lingkungan yang dihinggapinya sehingga tidak mudah terlihat oleh makhluk lainnya atau untuk menunjukkan isyarat tertentu. Isyarat yang ditunjukkan melalui perubahan warna adalah, antara lain, tentang perubahan suhu lingkungan, keadaan yang menakutkan, kekuasaan dan lainnya. 

Bunglon memang binatang yang unik dan pintar berkamuflase. 

Dalam bahasa Nias, bunglon dikenal dengan nama Loa

Kata-kata relevan: 

  • Loa döla geu = Bunglon pohon,
  • Adulo loa = telur bunglon,
  • Ono loa = anak bunglon.

Contoh dalam kalimat: 

  • U'ila loa döla geu = saya melihat bunglon di batang pohon, 
  • Loa zi so ba mbulu geu da'ö = bunglon yang ada di daun pohon itu,
  • No muhombo loa da'ö ba ndraha geu sitambali = bunglon itu telah terbang ke dahan pohon sebelah.
  • Heza so nono loania? = Di mana ada anak bunglongnya? 
  • Heza ilau ia nono loa mege? = Ke mana anak bunglon tadi? 
  • Da'a loa si tola mamulö'ö khilikhili = ini bunglon yang dapat berkamuflase.


10. Beo

Beo adalah salah satu jenis burung dari familia sturnidae yang berbulu hitam mengkilau dan dapat dilatih menirukan suara manusia. Dari beberapa jenis beo yang terdapat di Indonesia, Beo Nias yang berasal dari Pulau Nias (Sumatera utara) adalah salah satu jenis beo yang populer dan memiliki keistimewaan menirukan bahasa manusia dengan tepat.

Nama binatang bahasa Nias
Beo Nias (image: id.m.wikipedia.org)


Berdasarkan spesiesnya, Beo Nias dikenal dengan nama Gracula Robusta. Beo ini tergolong burung yang pintar. Keistimewaannya, mampu menirukan bahasa manusia, bernyanyi dengan siualannya mengikuti nada lagu tertentu dan lainnya. 

Dalam Bahasa Nias, Gracula Robusta disebut magiao. Sedangkan nama beo secara umum dikatakan beo.

Kata-kata relevan: 

  • Ono Magiao = anak beo Nias.
  • Adulo magiao = telur beo Nias,
  • Beo sonekhe = beo pintar.

Contoh kalimat:

  • So nono magiao ba geu da'ö = ada anak beo Nias di pohon itu,
  • Beo fofo sonekhe = beo adalah burung pintar, 
  • Magiao onekhe manunö = beo Nias pintar bernyanyi, 
  • Faguru magiao da'ö mohede li niha = ajari beo Nias itu berbicara bahasa Nias, 
  • I'owai ita magiao ba li niha = beo Nias menyapa kita dengan bahasa Nias.


11. Capung 

Capung adalah hewan sekelas serangga (insecta) yang memiliki tubuh, sayap, kaki dan ekor yang sedikit panjang. 

Biasanya bertubuh kecil dan kurus. Mampu terbang dan biasanya tinggal di berbagai tempat baik di sawah, danau maupun tempat lainnya. 

Meskipun demikian, capung ini tidak mengganggu manusia. Berdasarkan jenisnya, capung termasuk bangsa odonata dengan dua varietas yaitu Zigoptera dan Anisoptera

Secara umum, capung disebut Mazauwu dalam bahasa Nias. Tetapi, dalam dialek bagian selatan Nias, mereka cenderung mengatakannya Löhölöhö

Kata-kata relevan: 

  • Ono mazauwu = anak capung,
  • Adulo mazauwu = telur capung

Contoh dalam kalimat: 

  • Oya gadulo mazauwu ba nidanö = banyak telur capung di air, 
  • I'ingö mazauwu mbowo mbunga da'ö = Bunga itu dihinggapi capung,
  • Ilau mondri mazauwu = capung itu sedang mandi,
  • Muhombo mazauwu ba dalu mbanua = Capung terbang ke angkasa, 
  • So sageu mazauwu ba döla nohi = ada seekor capung di pohon kelapa.

Post a Comment for "Nama-Nama Hewan dalam Bahasa Nias "