Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

144+ Kata Benda Konkret dan Abstrak Bahasa Nias

 

Kata-Kata Benda Bahasa Nias


Dalam Bahasa Nias, kata benda belum ada terjemahan bakunya. Oleh karena itu, dalam artikel ini penulis menggunakan serapan kata Nomina dari bahasa Indonesia ke bahasa Nias.

Penyerapan kata tersebut bertujuan untuk mempermudah pembaca memahami kata benda dalam bahasa daerah Nias.

Secara kebahasaan, kata benda merupakan kata yang menunjukkan nama seseorang, nama suatu tempat, nama suatu benda atau segala sesuatu yang dibendakan.

Contohnya: 

  1. Anita (kata benda- nama seseorang),
  2. Gunungsitoli (kata benda - nama tempat),
  3. Kehidupan (kata benda - hal yang dibendakan).

Berdasarkan ketiga contoh di atas, terlihat bahwa nama seseorang, nama tempat dan hal yang dibendakan merupakan nomina/kata benda dalam kebahasaan.

Setiap nama suatu benda akan selalu dianggap sebagai kata benda; baik benda hidup maupun mati, baik bergerak maupun tidak bergerak atau lainnya.

Itulah penjelasan sederhananya bagaimana memahami yang dimaksud dengan kata benda/nomina dalam kebahasaan.

Definisi Nomina dalam Bahasa Nias 

Nomina dapat didefinisikan sebagai ngawua wehede si faudu ba döi niha, döi nahia, döi  ngawalö zi so boto ma zui nifoboto.

Dalam bahasa daerah Nias, Nomina dapat dibagi dalam 2 kelompok besar yaitu Nomina Konkret dan Nomina Abstrak.

Nomina Konkret 

Nomina Konkret adalah kata benda yang dapat dilihat, berwujud dan dapat diraba. Dalam bahasa Nias, nomina konkret dapat diterjemahkan dengan istilah Nomina Soboto.

Untuk membantu anda memahami apa saja yang tergolong Nomina Soboto (Kata Benda Konkret) dalam bahasa Nias, beberapa contoh telah diuraikan dalam daftar kata-kata berikut.

Kata-Kata Benda Konkret Bahasa Nias 

    1. Fakhe = nasi,
    2. Böra = beras,
    3. Bubu = bubur,
    4. Gosi = nasi gosong,
    5. Uliho = dedak,
    6. Ulitö = padi /sekam
    7. Uli = kulit,
    8. Bu = rambut,
    9. Tanga = tangan,
    10. Bölökha = lengan,
    11. Si'u = pergelangan (tangan),
    12. Si'o = tongkat, perantara,
    13. Talinga = telinga,
    14. Bawa = mulut,
    15. Baŵa = bulan,
    16. Bewe = bibir,
    17. Fifi = pipi,
    18. Lela = lidah,
    19. Ilo = ludah,
    20. Lengua = kerak (gigi),
    21. Ngingi = gusi,
    22. Ifö = gigi,
    23. Högö = kepala,
    24. Hogo = pantat (dialek selatan),
    25. Ikhu = hidung,
    26. Anano = dahi/kening (dialek selatan),
    27. Dangidangi = dahi/kening,
    28. Simbi = dagu,
    29. Ingo = ingus,
    30. Alisi = pundak,
    31. Boto = tubuh, raga, badan,
    32. Töla = tulang,
    33. Nagole = daging,
    34. Tawö = lemak,
    35. Uo = urat,
    36. Betu'a = perut,
    37. Betua = kapur,
    38. Fusö = pusar,
    39. Ahe = kaki,
    40. Faha = paha,
    41. Sa'a = kuku,
    42. Turu = jari,
    43. Sura = surat,
    44. Fena = pena,
    45. Fese = pensil,
    46. Fetolo = pensil (dialek selatan),
    47. Buku = buku,
    48. Kefe = uang,
    49. Omo = rumah,
    50. Kaso = kasur,
    51. Kurusi = kursi,
    52. Awu = abu, tungku,
    53. Gawu = pasir,
    54. Meza = meja,
    55. Lamari = lemari,
    56. Lala = jalan,
    57. Kara = batu,
    58. Batu = batu (dialek selatan),
    59. Idanö = air,
    60. Lawuo = awan, langit,
    61. Simbo = asap,
    62. Sau = uap,
    63. Alitö = api,
    64. Eu = kayu,
    65. Bowoa = periuk,
    66. Kuali = kuali,
    67. Figa = piring,
    68. Sifete = piring kecil,
    69. Mako = mangkuk,
    70. Sendro = sendok,
    71. Garafu = garpu,
    72. Kukusa = kukusan,
    73. Gae = pisang,
    74. Gowi = ubi,
    75. Bulu = daun,
    76. Sere = ceret,
    77. Teko = ceret,
    78. Tali = kabel, wayar, senar,
    79. Sinali = tali, serabut,
    80. Moto = mobil,
    81. Hondra = sepeda motor,
    82. Kureta = sepeda,
    83. Sebe = ontel,
    84. Ndru'u = rumput,
    85. Sasao = sampah,
    86. Karate = kertas,
    87. Falika = selimut,
    88. Farate = ranjang,
    89. Tandraya = bantal,
    90. Kulambo = kelambu,
    91. Ezoi = sapu ijuk,
    92. Fanoko = martil,
    93. Garagazi = gergaji,
    94. Laso  = papan,
    95. Bagolö  = papan,
    96. Simi  = semen,
    97. Atose = seng,
    98. Sagö = atap,
    99. Laza  = sawah,
    100. Benua  = ladang.

Kata Benda konkret dalam kalimat 

Perlu diketahui bahwa dalam bahasa Nias atau Li Niha, suatu kata sering mengalami perubahan maupun penambahan pada huruf awal ketika memasuki lingkungan tertentu dalam kalimat. 

Tetapi, perubahan tersebut tidak mengubah arti kata yang sesungguhnya. 

Secara kebahasaan, hal ini dikenal dengan istilah alomorf.


1. Fakhe menjadi wakhe
Ulau manga wakhe = saya sedang makan nasi.


2. Böra menjadi mböra 

U'öli mböra ba fasa = saya membeli beras di pasar.


3. Bubu menjadi mbubu 

Ulau manga mbubu = saya sedang makan bubur.


4. Ifö menjadi nifö 

Afökhö nifögu  = gigiku sakit. 


5. Högö tetap högö 

Ya'e daludalu wökhö högö = ini obat sakit kepala. 


6. Ahe menjadi gahe 

Ya'e daludalu wökhö gahe = ini obat sakit kaki. 


7. Kefe menjadi gefe 

Moguna khönia gefe = dia membutuhkan uang. 


8. Omo menjadi nomo 

Ta'öli nomo si bohou = kita membeli rumah yang baru.


9. Laso tetap laso 

So khögu laso ba nomo = saya punya papan di rumah. 


10. Bagolö menjadi mbagolö

So khögu mbagolö ba nomo = saya punya papan di rumah. 


Nomina Abstrak 

Nomina abstrak adalah nomina/kata benda yang yang tidak berwujud; tidak dapat diraba atau disentuh tetapi dapat dibayangkan dalam pikiran.  

Dalam bahasa daerah suku Nias, nomina abstrak dapat diistilahkan sebagai nomina nifoboto.

Kata-Kata Benda Abstrak Bahasa Nias 

    1. Fa'auri = kehidupan,
    2. Fa'amate = kematian, kepadaman,
    3. Fa'asökhi = kebaikan,
    4. Fa'areu = kemalasan, 
    5. Fa'ami = kenikmatan,
    6. Fa'alaŵa  = ketinggian,
    7. Fa'ebolo = kelebaran,
    8. Fa'anau = kepanjangan, 
    9. Fa'abakha = kedalaman,
    10. Fa'amanaere = kemiringan,
    11. Fa'atebai = ketidak-berdayaan,
    12. Fa'alio = kecepatan,
    13. Fa'ara = kelamaan, 
    14. Fareta = perintah, 
    15. Elemu = ilmu,
    16. Fangaila = aib, rasa malu
    17. Fangera-ngera = pemikiran,
    18. Eraera = pikiran,
    19. Fangifi = mimpi,
    20. Amilita = pilihan,
    21. Ondröita = peninggalan, 
    22. Okhöta = harta,
    23. Eheha = roh (kudus),
    24. Ohitö = hasrat, ambisi,
    25. Fa'omasi = keinginan,
    26. Fa'ata'u = ketakutan, rasa takut,
    27. Fa'abarani = keberanian,
    28. Fangaetu'ö = pemutusan,
    29. Aetula = keputusan, putusan,
    30. Fangatulö = pendamai,
    31. Fangatulö'ö = pelurusan, pendamaian, 
    32. Atulöŵa = perdamaian,
    33. Huhuo = pembicaraan, diskusi,
    34. Huohuo = omongan kosong,
    35. Halöwö = pekerjaan,
    36. Angombakhata = pengumuman,
    37. Turia = kabar, berita,
    38. Hada = adat,
    39. Li = suara, bunyi, bahasa, ucapan, tuturan,
    40. Eluaha = arti, makna, terjemahan,
    41. Fatiusa = kedengkian,
    42. Fatahisa = penyesalan,
    43. Fatehesa = persetujuan, perizinanan
    44. Fatemasa = penerimaan,
    45. Fatahana = pertahanan,
    46. Fangorifi = penghidupan,
    47. Falelesa = makian, 
    48. Falimosa = penipuan, 
    49. Fariawösa = persahabatan, 
    50. Fanandraigö = cobaan.

Kata Benda Abstrak dalam kalimat 

Seperti halnya dengan kata-kata benda konkret, abstrak juga sering mengalami perubahan awal kata tetapi tidak mempengaruhi arti katanya.

Meskipun demikian, terdapat pula kata-kata yang tidak mengalami perubahan huruf awalnya (statis). Namun, sejauh ini, belum ada ketentuan pasti dari kaidah perubahan dimaksud dalam penyusunan kalimat bahasa daerah Nias. 


Berikut contoh dalam kalimat:

1. Fa'auri menjadi wa'auri 

Ha ya'ugö nibaloigu ba wa'aurigu = hanyalah kamu yang kunantikan dalam kehidupanku.

2. Fa'amate menjadi wa'amate 

Böi andrö wa'amate wandru = jangan minta kepadaman listrik.

3. Amilita menjadi gamilita 

Böi so wabö'ösa gamilita = jangan ada perbedaan pilihan.

4. Turia menjadi duria 

Hewisa duriamö? = Bagaimana kabarmu? 

5. Eluaha menjadi Geluaha 

Hadia geluaha da'a? = Apa artinya ini? 


Pada dasarnya, kata benda abstrak dapat berasal dari kata kerja (verba), kata sifat (adjektiva), bahkan dari kata benda (nomina) sendiri. 


Contoh:

1. Kata kerja menjadi kata benda

Ofanö menjadi ofanöŵa

Ofanö adalah kata kerja, sedangkan ofanöŵa ada kata benda. 

Secara semantik, ofanö artinya pergi dan ofanöŵa adalah kepergian


2. Kata sifat menjadi kata benda 

Ahatö menjadi fa'ahatö.

Ahatö adalah kata sifat dan fa'ahatö adalah kata benda.

Secara semantik, ahatö berarti dekat, sedangkan fa'ahatö berarti kedekatan


3. Kata benda menjadi kata benda 

Tahi menjadi fatahisa 

Tahi adalah kata benda dan fatahisa juga kata benda. 

Secara semantik, tahi berarti alasan, sedangkan fatahisa berarti penyesalan.


Kesimpulan

Berdasarkan penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa kata benda yang terdapat dalam bahasa Nias berkategori sebagai nomina konkret dan abstrak. 

Cara penggunaannya dalam suatu kalimat ada yang mengalami perubahan huruf awal kata dan ada juga yang tidak berubah. 

Hal ini disebut alomorf dalam linguistik.

Sejauh ini belum ada referensi khusus atau kaidah ketentuan dalam bahasa Nias tentang bagaimana perubahan itu dapat terjadi dan apa saja kriteria kata-kata yang dapat berubah. 

Selain itu, kata benda bisa saja berasal dari variasi bentuk dari kata lain baik yang adjektif, verba maupun nomina itu sendiri.

Dengan ulasan dalam artikel ini, diharapkan dapat bermanfaat kepada pembaca. 

Post a Comment for "144+ Kata Benda Konkret dan Abstrak Bahasa Nias"