Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Bahasa Nias Dialek Tengah



Dalam Bahasa Nias, terdapat beberapa variasi yang hadir dalam kelompok penuturnya. Variasi tersebut terjadi secara alamiah sebagai bagian dari pengaruh perkembangan kehidupan atau interaksi  sosial para penuturnya. 


Dari beberapa dialek yang merupakan kekhasan para penutur Bahasa Nias, Dialek Tengah atau Li Niha Otalua sangat identik dengan variasi yang dipopulerkan oleh penutur Bahasa Nias di wilayah Gomo, Lahusa dan sekitarnya.

Jika diamati dari sejarah suku Nias, Gomo merupakan hunian terdahulu bagi leluhur Nias. Dengan kata lain, dialek yang dipopulerkan di wilayah Gomo merupakan dialek pertama dan tertua yang hadir di kalangan penutur Li Niha.

Sesungguhnya, dialek ini bisa dikategorikan sebagai dialek utama penutur bahasa Nias (berdasarkan hubungan sejarah), akan tetapi dalam perkembangannya tidak sepesat layaknya dialek Utara yang mendapat jumlah penyebaran terbanyak dan menduduki peringkat pertama daripada yang lainnya. Demikian juga halnya dengan hasil-hasil karya tulis yang digunakan sekarang ini lebih cenderung dalam dialek Utara. 

Pada dasarnya, dialek ini menggunakan kosakata yang juga digunakan oleh penutur dialek utara dan selatan.

Untuk memahami variasinya, berikut akan dijelaskan lebih lengkap.

A. HURUF LI NIHA OTALUA



Huruf Vokal: Aa, Ee, Ii, Oo, Öö, Uu.
Huruf Konsonan: Bb, Cc, Dd,  Ff, Gg, Hh, Jj, Kk, Ll, Mm, Nn, Pp, Rr, Ss, Tt, Ww, Ŵŵ, Yy.


Konsonan gabungan yang digunakan adalah:

  • Kh
  • Ndr
  • Mb

Contoh:
KH:

  • Akhi,
  • Khögu,
  • Awakha,
  • Aukhu.
NDR:
  • Ndraono,
  • Andre,
  • Andrö,
  • Hendre,
  • Ndrao.

MB:

  • Mbawa,
  • Mbowo,
  • Mböwö,
  • Mboto.






B. KOSAKATA



Berikut Contoh Kosakata Li Niha Otalua:

Kosakata Terjemahan
Ajuju Hancur, roboh
Ajuwa Tumpah
Ajulo Telur
Afusitö Pucat (~ pasi)
Aburu Terkenai air panas
Asika Robek
Adöni Tertarik
A'iki Tertawa
Awakha Dalam (ukuran)
Aböcu Mulut terasa perih (akibat mengunyah sirih)
Acua 1. Tua; 2. Hutan
Aculö Benar, betul
Ono Mata Mata
Ma'e Tadi, barusan
Kö'öfö Kerdil, pendek, cebol
Moa telah, sudah
Lö'ö Tidak, bukan
Lö Nasa Belum
Kara Batu
Jua Dua
Ficu Tujuh
Naocu Ratusan; satuan untuk bilangan ratusan
Ya'odo Aku
Ya'oto Aku
Ya'ugö Kamu
Ya'ami Kalian
Ya'ita Kita
Ya'aga Kami
Ndrao Aku (partikel)
Juhö Tutup
Juhu Benar adanya
Yajuhu Amin
Gajuju Kepala
Ba gandre he Di sini
Ba gandre ne Di sini
Ba gandrö hö Di situ
Ba gandrö nö Di situ
Hata Siapa
Hadia Apa
Hewisa Bagaimana
Hana Mengapa
Hamega Kapan
Hendre Kemana, dimana, yang mana
Hendre so Kemana, dimana, yang mana
Heso Kemana, dimana, yang mana (kontraksi)
Januma'ö Yang mengatakan (kontraksi)
Jamunu Yang membunuh (kontraksi)
Janai Yang mengambil (kontraksi)
Janofu Yang bertanya (kontraksi)
Jinofu Yang ditanyakan (kontraksi)



C. KALIMAT


Berikut ini adalah contoh kalimat Li Niha Otalua:


  1. Hata döimö? = Siapa namamu?
  2. Hata janofu hö? = Siapa yang menanyakannya?
  3. Hendre möi'ö? = Kemana kamu pergi?/ Hendak kemana?
  4. Hendre so nomomö? = Dimana rumahmu?
  5. Hewisa juriamö? = Bagaimana kabarmu?
  6. Hadia ha? = Apa ini?
  7. Hadia hö? = Apa itu?
  8. Lö omasi ndrao = Aku tidak mau/ suka
  9. Mo mörö ia = Dia telah tidur
  10. Mo ihalö gefe ndrö nö, ga'a = Dia telah mengambil uang itu, bang
  11. Mo ajuwa nidanö hö ibe'e = Dia telah menumpahkan air itu
  12. Mo iguti fefu mbu gajujunia nono ha i, ama e = Dia telah memangkas semua rambut kepalanya anak ini, pak.

Berikut cara mengucapkan angka/ bilangan kardinal:
  • Nol = Noli,
  • Satu = Sara,
  • Dua = Jua,
  • Tiga = Tölu,
  • Empat = Öfa,
  • Lima = Lima,
  • Enam = Önö,
  • Tujuh = Ficu,
  • Delapan = Ŵalu,
  • Sembilan = Siŵa,
  • Sepuluh = Fulu,
  • Dua puluh = Jua wulu,
  • Dua puluh dua = Jua wulu a rua,
  • Seratus = Ocu,
  • Tiga ratus = Tölu Naocu.
Itu lah beberapa contoh pengucapan bilangan kardinal dalan dialek tengah tersebut. Apabila dimuat dalam kalimat, maka dapat dituliskan seperti berikut ini:

  1. Ha jua naocu ribu si so gefegu = Hanya dua ratus ribu uang yang kupunya.
  2. Lima juta da'a = Ini lima juta,
  3. Ficu ribu rufia = Tujuh ribu Rupiah.


Berdasarkan pengamatan dalam dialek tengah atau Li Niha Otalua ini, penulis menemukan setidaknya dua hal yang merupakan cara ciri khas kosakatanya, yaitu:

  1. Apabila dalam dialek Utara terdapat kata yang menggunakan gabungan huruf "du", biasanya dalam dialek tengah akan menjadi "Ju". Contoh: dua --Jua
  2. Apabila dalam dialek utara terdapat kata yang menggunakan gabungan huruf "tu", dalam dialek tengah akan menjadi "Cu". Contoh: Tua -- Cua.
Akan tetapi, perlu diingat bahwa tidak semua kosakata dialek tengah sama dengan dialek utara karena dalam dialek tersebut juga menggunakan banyak kosakata dari dialek selatan.


Demikian saja, semoga artikel Bahasa Nias Dialek Tengah atau yang dikenal dengan sebutan Li Niha Otalua dapat menambah pengetahuan para pembaca. Semoga bermanfaat.


Post a Comment for "Bahasa Nias Dialek Tengah"

Berlangganan via Email