Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Istilah-Istilah Waktu yang Populer dalam Masyarakat Nias, Ono Niha

 

Waktu Orang Nias

Beberapa istilah khusus yang dikenal dan populer dalam kalangan masyarakat Nias (Ono Niha) terutama yang berkaitan dengan waktu.

Melalui akun facebook Ama Pasca Telaumbanua (Rudi Tel), seorang budayawan Nias, menjelaskan tentang istilah yang digunakan dalam kehidupan masyarakat Nias sehari-hari. Namun demikian, untuk membuat istilah tersebut lebih mudah dimengerti oleh pembaca dari berbagai kalangan sosial, konten telah diperbaharui tanpa mengurai nilai dan kualitas yang terkandung di dalamnya. 


Istilah Waktu dalam sehari

Istilah-istilah ini dulunya digunakan sebelum masyarakat Nias menggunakan arloji/jam atau alat penunjuk waktu lainnya di masa lampau:

1. Talu mbongi 

Talu mbongi artinya tengah malam. Istilah ini digunakan untuk menunjukkan waktu pada pukul 00:00 WIB. 

2. Aefa talu mbongi

Aefa talu mbongi artinya lewat tengah malam. Istilah ini digunakan untuk menunjukkan rentang waktu mulai pukul 00:30 – 02:00 WIB 

3. Samuza kearö 

Samuza kearö artinya waktu terjaga pertama. Istilah ini digunakan untuk menunjukkan rentang waktu mulai pukul 02:00 – 02:30 WIB 

4. Miwo manu si föföna 

Miwo manu si föföna, secara literal, berarti ayam berkokok pertama kali. Istilah ini digunakan untuk menunjukkan rentang waktu mulai pukul 02:30 – 03:00 WIB 

5. Miwo manu si mendrua

Miwo manu si mendrua artinya ayam berkokok kedua kalinya. Istilah ini digunakan untuk menunjukkan rentang waktu mulai pukul 03:00 – 03:30 WIB 

6. Miwo manu si medölu 

Miwo manu si medölu artinya ayam berkokok ketiga.  Istilah ini digunakan untuk menunjukkan rentang waktu mulai pukul 03:30 – 04:00 WIB 

7. Miwo manu si fadoro 

Miwo manu si fadoro artinya ayam berkokok beruntun. Istilah ini digunakan untuk menunjukkan rentang waktu mulai pukul 04:00 – 04:30 WIB 

8. Miwo manu safuria 

Miwo manu safuria artinya ayam berkokok terakhir kalinya.  Istilah ini digunakan untuk menunjukkan rentang waktu mulai pukul 04:30 – 05:00 WIB 

9. Mofanö zamölö akhe 

Mofanö zamölö akhe artinya berangkat penyadap aren. Istilah ini digunakan untuk menunjukkan rentang waktu mulai pukul 05:00 – 05:30 WIB 

10. Afusi newali / oroma newali 

Afusi newali / oroma newali artinya halaman mulai terang. Istilah ini digunakan untuk menunjukkan rentang waktu mulai pukul 05:30 – 05:45 WIB 

11. Mohede riŵi 

Mohede riŵi artinya jangkrik berbunyi. Istilah ini merujuk pada rentang waktu mulai pukul 05:45 – 06:00 WIB 

12. Tumbu luo 

Tumbu luo artinya matahari terbit. Istilah ini digunakan untuk menunjukkan waktu pada pukul 06:00 WIB 

13. Sahulö wongi/mofanö niha ba halöŵö 

Sahulö wongi/mofanö niha ba halöŵö  artinya pagi hari/orang berangkat kerja. Istilah ini digunakan untuk menunjukkan rentang waktu mulai pukul 06:30 – 07:00 WIB 

14. Te’anö niha ba halöŵö 

Te’anö niha ba halöŵö artinya para pekerja telah memulai kegiatannya.  Istilah ini digunakan untuk menunjukkan rentang waktu mulai pukul 07:00 – 07:30 WIB 

15. Otufo namo 

Otufo namo artinya embun pagi kering.  Istilah ini digunakan untuk menunjukkan waktu pada pukul 08:00 WIB 

16. Ibörögö numalö yaŵa luo 

Ibörögö numalö yaŵa luo artinya matahari sudah mulai naik.  Istilah ini digunakan untuk menunjukkan waktu pada pukul 09:00 WIB 

17. Numalö yaŵa luo 

Numalö yaŵa luo artinya matahari sudah naik.  Istilah ini digunakan untuk menunjukkan waktu pada pukul 10:00 WIB 

18. Numalö yomo mondrino

Numalö yomo mondrino artinya pulang ke rumah untuk memasak. Istilah ini digunakan untuk menunjukkan waktu pada pukul 11:00 WIB 

19. Mangawuli zimilo 

Mangawuli zimilo digunakan untuk menunjukkan waktu pada pukul 11:30 WIB.

20.Ginötö wemanga ba zitalu luo 

Ginötö wemanga ba zitalu luo artinya waktu makan siang. Istilah ini digunakan untuk menunjukkan waktu pada pukul 11:45 WIB 

21. Laluo 

Laluo artinya tengah hari. Istilah ini digunakan untuk menunjukkan waktu pada pukul 12:00 WIB 

22. Ahole yöu 

Ahole yöu artinya condong ke barat. Istilah ini digunakan untuk menunjukkan waktu pada pukul 13:00 WIB 

23. Manaere yöu 

Manaere yöu artinya miring ke barat. Istilah ini digunakan untuk menunjukkan rentang waktu mulai pukul 14:00 - 15:00 WIB 

24. Aso’a yöu 

Aso’a yöu artinya tumbang ke barat. Istilah ini digunakan untuk menunjukkan waktu pada pukul 16:00 WIB 

25. Mangawuli zimilo 

Mangawuli zimilo artinya para pekerja pulang ke rumah. Istilah ini digunakan untuk menunjukkan waktu pada pukul 17:00 WIB 

26. Aekhu luo 

Aekhu luo artinya matahari terbenam. Istilah ini digunakan untuk menunjukkan waktu pada pukul 18:00 WIB 

27. Manuge manu 

Manuge manu artinya ayam pergi tidur. Istilah ini digunakan untuk menunjukkan waktu pada pukul 18:00 WIB, atau

28. Tunufö wandru 

Tunufö wandru artinya penyalaan lampu. Istilah ini digunakan untuk menunjukkan waktu pada pukul 18:00 WIB 

29. Mondrino gö bongi 

Mondrino gö bongi artinya memasak makanan untuk malam hari. Istilah ini digunakan untuk menunjukkan waktu pada pukul 19:00 WIB 

30. Fatutu ogömi 

Fatutu ogömi artinya telah gelap. Istilah ini digunakan untuk menunjukkan waktu pada pukul 19:30 WIB 

31. Asoso gö bongi 

Asoso gö bongi artinya makanan malam masak. Istilah ini digunakan untuk menunjukkan waktu sebelum pukul 20:00 WIB 

32. Manga niha ba zibongi 

Manga niha ba zibongi artinya waktunya makan malam. Istilah ini digunakan untuk menunjukkan rentang waktu mulai pukul 20:00 – 20:45 WIB 

33. Monganga afo bongi 

Monganga afo bongi artinya makan sirih malam. Istilah ini digunakan untuk menunjukkan rentang waktu mulai pukul 20:45 – 21:30 WIB 

34. Mörö niha 

Mörö niha artinya orang pergi tidur. Istilah ini digunakan untuk menunjukkan rentang waktu mulai pukul 21:30 – 22:00 WIB 

35. Ahono we mörö niha 

Ahono we mörö niha artinya Orang terlelap. Istilah ini digunakan untuk menunjukkan rentang waktu mulai pukul 22:00 – 23:00 WIB 

36. Saraö tö talu mbongi 

Saraö tö talu mbongi artinya hampir tengah malam. Istilah ini digunakan untuk menunjukkan rentang waktu mulai pukul 23:00 – 23:30 WIB 


Istilah kurun waktu seminggu

1. Migu (Li Indonesia Minggu, Li Inggris Sunday) 

2. Sinaya (Li Indonesia Senin, Li Inggris Monday) 

3. Salasa (Li Indonesia Selasa, Li Inggris Tuesday) 

4. Rabu (Li Indonesia Rabu, Li Inggris Wednesday) 

5. Kami (Li Indonesia Kamis, Li Inggris Thursday) 

6. Zumaha (Li Indonesia Jum’at, Li Inggris Friday) 

7. Satu (Li Indonesia Sabtu, Li Inggris Saturday) 


Istilah-istilah dalam kurun waktu sebulan

Istilah dalam kurun waktu sebulan dilihat berdasarkan keberadaan/munculnya terang bulan di langit. Pasca, A. Tel. (2021) menuliskan urutannya sebagai "Fama'oli ginötö ba zisarawaŵa ba Danö Niha khö ndra satua meföna ba zisara waŵa molo’ö famaigi baŵa barö mbanua". Berikut istilah dimaksud: 

1. Sambua Desa’a

Sambua Desa’a adalah waktu pertama kalinya bulan muncul di langit.

2. Dombua Desa’a 

Dombua Desa’a adalah waktu kedua kalinya bulan muncul di langit.

3. Tölu Desa’a 

Tölu Desa’a adalah waktu ketiga kalinya bulan muncul di langit dan bentuknya telah utuh terlihat seperti bulan sabit.

4. Öfa Desa’a

Öfa Desa’a adalah waktu keempat kalinya bulan muncul di langit.

5. Lima Desa’a

Lima Desa’a adalah waktu kelima kalinya bulan muncul di langit.

6. Önö Desa’a 

Önö Desa’a adalah waktu keenam kalinya bulan muncul di langit.

7. Mewitu Desa’a

Mewitu Desa’a adalah waktu ketujuh kalinya bulan muncul di langit. 

8. Meŵalu Desa’a

Meŵalu Desa’a adalah waktu kedelapan kalinya bulan muncul di langit.

9. Meziŵa Desa’a 

Meziŵa Desa’a adalah waktu kesembilan kalinya bulan muncul di langit.

10. Mewulu Desa’a

Mewulu Desa’a adalah waktu kesepuluh kalinya bulan muncul di langit.

11. Mewelezara Desa’a 

Mewelezara Desa’a adalah waktu kesebelas kalinya bulan muncul di langit.

12. Mewelendrua Desa’a 

Mewelendrua Desa’a adalah waktu kedua belas kalinya bulan muncul di langit.

13. Meweledölu Desa’a 

Meweledölu Desa’a adalah waktu ketiga belas kalinya bulan muncul di langit.

14. Mewele’öfa Desa’a 

Mewele’öfa Desa’a adalah waktu keempat belas kalinya bulan muncul di langit.

15. Tuli

Tuli adalah waktu pertama kalinya bulan purnama terbit di langit dengan cahaya yang begitu terang.

16. Sisese/Samuza akhömi 

Sisese/Samuza akhömi adalah waktu pertama setelah bulan purnama terbit di langit.

17. Mendrua Akhömi 

Mendrua Akhömi adalah waktu kedua setelah bulan purnama terbit di langit.

18. Medölu Akhömi 

Medölu Akhömi  adalah waktu ketiga setelah bulan purnama terbit di langit.

19. Mendröfa Akhömi 

Mendröfa Akhömi adalah waktu keempat setelah bulan purnama terbit di langit.

20. Melima Akhömi 

Melima Akhömi adalah waktu kelima setelah bulan purnama terbit di langit.

21. Mehönö Akhömi 

Mehönö Akhömi adalah waktu keenam setelah bulan purnama terbit di langit.

22. Mewitu Akhömi 

Mewitu Akhömi adalah waktu ketujuh setelah bulan purnama terbit di langit.

23. Meŵalu Akhömi (börö zikho) 

Meŵalu Akhömi adalah waktu kedelapan setelah bulan purnama terbit di langit.

24. Meziŵa Akhömi (sikho) 

Meziŵa Akhömi adalah waktu kesembilan setelah bulan purnama terbit di langit.

25. Mewulu Akhömi (börö mugu) 

Mewulu Akhömi  adalah waktu kesepuluh setelah bulan purnama terbit di langit.

26. Mewelezara Wa’aekhu (Angekhula Mugu) 

Mewelezara Wa’aekhu adalah waktu kesebelas setelah bulan purnama terbit di langit.

27. Felendrua Wa’aekhu (Börö Ndriwakha) 

Felendrua Wa’aekhu adalah waktu kedua belas setelah bulan purnama terbit di langit.

28. Sambua lö Aekhu (Talu Ndriŵa) 

Sambua lö Aekhu adalah waktu sebelum cahaya bulan menghilang dari langit pada keesokan harinya.

29. Aekhu Mbaŵa (Ahakhöŵa) 

 Aekhu Mbaŵa adalah waktu terakhir cahaya bulan terlihat di langit dan akan segera terbenam.

30. Fasulöna 

Fasulöna adalah waktu pergantian/peralihan.


Istilah-istilah dalam kurun waktu setahun

Pasca, A. Tel. (2021) mengatakan, 

"Sambua ndröfi tefotöi da'ö sara fangahalö. Bakha ba zidöfi fa’ara so felendrua kali tohare Desa’a, ba felendrua kali so Duli." 

Artinya, setiap tahun diistilahkan sebagai Sara Fangahalö. Dalam waktu setahun, terdapat dua belas kali Desa'a, dan dua belas kali terjadi Tuli.

1. Inötö Wamohu tanö nowi, folowi naha gowi ma folowi laza (Döfi wangahalö fetaronia ba zibözi önö tanö ba gatumbukha) faudu ba Ndröfi Masehi (sekitar April – Mei). 

2. Inötö Wananö fakhe (Döfi wangahalö fetaronia ba zibözi walu) faudu ba Ndröfi Masehi (sekitar Juni – Juli). 

3. Inötö Wanese ma fangofösi mbörö wakhe (Döfi wangahalö fetaronia ba zibözi fulu) faudu ba Ndröfi Masehi (sekitar Agustus – September). 

4. Inötö Wanese simendrua ma moweto wakhe (Döfi wangahalö fetaronia ba zibözi felendrua) faudu ba Ndröfi Masehi (sekitar Oktober – November). 

5. Inötö Mewo ma mamasi ba zahulö (Döfi wangahalö fetaronia ba zi bözi fele’öfa ma ba zibözi dua tanö’owi) faudu ba Ndröfi Masehi (sekitar Desember ke awal Januari). 

6. Inötö Wamasi (Döfi wangahalö fetaronia ba zibözi fele’önö ma ba zibözi öfa tanö’owi) faudu ba Ndröfi Masehi (sekitar Januari – Februari). 

7. Inötö Wamakha ma fangofösi börö gowi ba zabe’e tanö (Döfi wangahalö fetaronia ba zibözi feleŵalu ma ba zibözi önö tanö’owi) faudu ba Ndröfi Masehi (sekitar akhir Februari – akhir Maret). 


Istilah yang dipadankan/Majas Metafora

Selanjutnya, Ama Pasca Telaumbanua juga merincikan lebih lanjut beberapa istilah populer yang dikiaskan (metafor) dengan tujuan untuk menunjukkan waktu, yakni sebagai berikut:

1. Ha mamö’i hörö (Sekitar 1 detik) 

2. Ahou ba manu (Sekitar 2 detik) 

3. Sandrohu wikhowikho (Sekitar 6 detik) 

4. Aboto afo (Sekitar 2 menit) 

5. Alölö afo (Sekitar 5 menit) 

6. Ahakhö roko sisara (Sekitar 10 menit) 

7. Mo’otu nidanö ni’ukhugö (Sekitar 15 menit) 

8. Sambadu fofanö (Sekitar 30 menit) 

9. Sambadu nidölö (Sekitar 1 Jam) 

10. Matonga luo (Sekitar 6 Jam) 

11. Ma’öma’ökhö (Sekitar 12 Jam) 

12. Sara luo sara mbongi (24 Jam, satu hari satu malam) 

13. Samigu (Seminggu atau 7 hari) 

14. Sara waŵa (Sebulan) 

15. Mowua rigi (Sekitar 3 bulan) 

16. Döfi (Setahun).



Penulis,

Ama Pasca Telaumbanua

Editor,

Criss JP


Post a Comment for "Istilah-Istilah Waktu yang Populer dalam Masyarakat Nias, Ono Niha"