Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Past Perfect Tense: Pengertian, Rumus, dan Contoh Kalimat

Rumus dan Kalimat Past Perfect Tense

Butuh penjelasan tentang Past Perfect Tense? Tenang, Sob!

Melalui artikel ini, kamu dapat mempelajarinya dengan mudah dan cepat. Di sini, kamu cuma butuh semangat untuk belajar bahasa Inggris. Sedangkan untuk mempelajari hal yang masih belum dimengerti, tak perlu khawatir. Artikel ini telah disusun dengan mempertimbangkan berbagai latar belakang pengetahuan pembaca. Artinya, artikel ini sesuai untuk pemula maupun pelajar lanjutan. 

Barangkali sebelumnya pernah mendengar atau mempelajari tentang topik materi ini. Namun, masih merasa kurang mengerti yang mungkin disebabkan oleh faktor tertentu dalam belajar. 

Untuk itu, sesuai dengan topik kali ini yaitu Past Perfect Tense, kita akan mempelajari pengertian, rumus penyusunan kalimat dan contohnya supaya cepat dan mudah dimengerti.

Sudah siap? Baiklah, mari memulainya dari pengertiannya.


Pengertian Past Perfect Tense 

Istilah Past Perfect Tense adalah tense yang menunjukkan waktu suatu kegiatan, peristiwa, tindakan/aksi maupun kondisi yang telah selesai terjadi pada masa lampau sebelum kegiatan/peristiwa lainnya terjadi. Sementara tense yang dimaksudkan adalah bentuk kata kerja yang menunjukkan waktu atas suatu peristiwa. Biasanya, dalam bahasa Inggris dikenal istilah bentuk kata kerja V1, V2, V3 dan V-ing. Nah, untuk kalimat dengan tense ini menggunakan V3 (Past Pasrticiple) dan Had sebagai kata bantu dalam kalimatnya.

Pada artikel sebelumnya, telah dijelaskan pengertian, fungsi/kegunaan dan daftar V1, V2, V3, V-ing dalam bahasa Inggris. Jadi, apabila masih kurang mengerti tentang V3 tersebut, boleh mempelajarinya terlebih dahulu supaya pembahasan dalam materi ini nantinya mudah dipahami.

Selanjutnya, silakan pahami bagaimana pola atau rumus kalimatnya.


Rumus Kalimat Past Perfect Tense 

Dalam rumus kalimat ini, setidaknya terdapat dua jenis rumus/pola kalimat yang perlu kamu ketahui yaitu pola untuk kalimat pernyataan dan pertanyaan. Secara kebahasaan, kalimat yang mengandung unsur pernyataan diistilahkan dengan afirmasi/afirmatif sementara untuk jenis pertanyaan disebut sebagai kalimat interogatif.

Pada dasarnya, kalimat afirmasi memiliki dua kategori yaitu afirmasi positif dan negatif. Hal ini cenderung dilihat dari aspek strukturalnya. Maksudnya, begini. Afirmasi positif yaitu kalimat pernyataan yang tidak memuat unsur kata not atau n't di dalamnya. Sementara yang negatif menggunakan not maupun n't yang memiliki terjemahan dalam dalam bahasa Indonesia yaitu "tidak/bukan". 

Jika dipahami lebih lanjut, sebenarnya afirmasi negatif mencirikhaskan kalimat pernyataan yang berupa sanggahan/penolakan sehingga kalimatnya identik dengan kata "not". Demikian juga halnya dengan kalimat interogatif. Interogatif juga memiliki kedua kategori tersebut dengan yaitu interogatif positif dan negatif yang mana keduanya memiliki ciri seperti telah dijelaskan pada kalimat afirmasi. 

Mudah, bukan?

Sejauh penjelasan ini, saya yakin kamu dapat memahaminya dengan mudah. Jika masih ragu, silakan dibaca kembali. 

Selanjutnya, sebelum memperlajari bagaimana rumus untuk setiap jenis kalimat tersebut, silakan pahami juga bahwa dalam bahasa Inggris mengenal yang namanya kalimat verbal dan nominal.

Secara umum, kalimat verbal merupakan kalimat yang memiliki struktur dasar yakni, antara lain: S+V, S+V+Adv, S+V+O/Adv di mana S adalah subject (subyek), V adalah Verb (kata kerja), Adv adalah Adverb (kata keterangan) dan O adalah Object (obyek). Sementara, kalimat nominal umumnya memiliki struktur dasar yakni, antara lain: S+Adj/Noun/Adverb di mana S adalah subject, Adjective adalah adjektiva (kata sifat), Noun adalah Kata benda dan adverb adalah kata keterangan.

Namun demikian, mengenal struktur dasarnya saja masih belum cukup untuk menyusun kalimat yang tepat sesuai dengan Past Perfect Tense ini. Sebab, perlu juga penggunaan kata bantu dan bentuk kata kerja di dalamnya wajib disesuaikan dengan ketentuan yang ada dalam tata bahasa Inggris.

Oleh karena itu, silakan pelajari rumusnya.


Rumus Kalimat Afirmatif 

Singkatan yang digunakan dalam rumus:

  • S = Subject;
  • V3 = Verb 3 (Past Participle);
  • O = Object;
  • Adv = Adverb;
  • Adj = Adjective;
  • N = Noun.


1. Kalimat Verbal:

[+] S + had + V3 (+  O/Adv)

e.g. I had written that book before I wrote this novel (saya telah menulis buku itu sebelum saya menulis novel ini)


[-] S + had + not + V3 (+  O/Adv)

e.g. I had not written that book before I wrote this novel (saya belum menulis buku itu sebelum saya menulis novel ini).


2. Kalimat Nominal:

[+] S + had + been + Adj/Noun/Adverb

e.g. I had been here (saya pernah kesini).


[-] S + had + not + been + Adj/Noun/Adverb

e.g. I had not been here (saya belum pernah kesini).



Rumus Kalimat Interogatif

1. Kalimat Verbal:

[+]  Had + S + V3 (+  O/Adv) +?

e.g. Had you already helped your sister before you played badminton? (Apakah kamu sudah membantu adikmu sebelum kamu bermain badminton?)


[-]  Had + S + not + V3 (+  O/Adv) +?

e.g. Had you not already helped your sister before you played badminton? (Belumkah kamu membantu adikmu sebelum kamu bermain badminton?)


2. Kalimat Nominal:

[+] Had + S + been + Adj/Noun/Adverb + ?

e.g. Had you already been here? (Apakah kamu pernah kesini?).


[-] Had + S + not + been + Adj/Noun/Adverb + ?

e.g. Had you not already been here? (Apakah kamu belum pernah kesini?).


Post a Comment for "Past Perfect Tense: Pengertian, Rumus, dan Contoh Kalimat"