Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Kontraksi Membentuk Partikel dalam Bahasa Nias Gunungsitoli

Pada halaman sebelumnya telah dijelaskan mengenai kontraksi dalam bahasa Nias; kontraksi merupakan pemendekan bentuk suku kata, kata maupun gabungan kata.


Dalam hal ini, penulis akan menjabarkan kontraksi satu kata bebas yang menghasilkan satu kata partikel yang tidak dapat berdiri sendiri dipandang dari makna semantiknya. Maksudnya, bahwa kata yang mengalami pemendekan bentuk ini tidak dapat dimengeti artinya secara langsung tanpa dimuat dalam suatu kalimat.

Partikel dapat diartikan sebagai kata yang hanya memiliki makna sebenarnya setelah berada dalam lingkungan kata yang dapat berdiri sendiri atau singkatnya partikel adalah kata yang hanya bermuatan makna gramatikal.


Namun, keberadaannya dalam kalimat, khususnya dalam Li Niha tidak perlu diimbuhkan dengan kata lain yang dapat berdiri sendiri. 

Hal ini menunjukkan keunikan bahasa Nias, yang memiliki berbagai macam kata partikel yang merupakan hasil dari kontraksi dalam bahasa. Beberapa contoh yang akan dijabarkan sebagai berikut:
KATA DASARPARTIKELTERJEMAHAN
NoaNoSudah
Lö'öTidak
Be'eBeBerikan
Ya'itaItaKita
Ya'amiAmiKalian
Ya'iaIaDia
Ya'iraIraMereka
BaleLe- lah
ŵa'i / Ya'iIsaja
Contoh:

1. Noa
No möido ba zekola = Saya sudah pergi ke sekolah

2. Lö'ö
Lö omasido = Saya tidak suka

3. Be'e
Be khönia fefu = Berikan dia semuanya

4. Ita
Hezo numalö ita? = Ke mana kita pergi?

5. Ami
Hezo numalö ami? = Ke mana kalian pergi?

6. Ia
Hezo numalö ia? = Ke mana dia pergi?

7. Ira
Hezo numalö ira? = Ke mana mereka pergi?

8. Le
Böi ohe da'ö le! = Jangan bawa itulah.

9. I
Horigö i ba. = Habiskan sajalah.


Post a Comment for "Kontraksi Membentuk Partikel dalam Bahasa Nias Gunungsitoli"

Berlangganan via Email