Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Klitika dalam Bahasa Nias Gunungsitoli

Bahasa Nias atau yang dikenal dengan sebutan Li Niha memiliki banyak jenis klitika yang wajib diketahui sebagai panduan untuk memahami bagaimana sesungguhnya bahasa Nias itu digunakan dalam hubungan komunikasi dan bagaimana bahasa itu dapat dimengerti satu sama lain.

Jika dilihat dari ciri khas bahasanya, beberapa hal yang dapat mengikuti kategori Tata Bahasa Indonesia yang baku, namun tidak bisa dipungkiri bahwa bahasa Nias juga memiliki karakter tersendiri yang tidak bisa dipadankan dengan kaidah Bahasa Indonesia Baku di mana para peneliti menganggap hal ini sebagai keunikan yang dimiki oleh bahasa tersebut. 


Seperti halnya dengan bentukan klitika yang terdapat dalam bahasa Nias yang tidak bisa dipisahkan dari bahasa itu sendiri.


         Klitika pada umumnya dikenal sebagai unsur yang tidak dapat berdiri sendiri dan selalu bersandar dengan kata lain. Secara morphology, klitika dalam bahasa Nias tergolong unsur bahasa yang merupakan bagian dari morfem terikat dan tidak sama dengan afiks / imbuhan. Secara semantik, penyandaran atau pelekatan unsur klitika pada kata yang dapat berdiri sendiri tidak akan mempengaruhi makna dasar dari kata tersebut.


Sebagai contoh: kata "Manga" dengan unsur klitika "-do" (enklitika = unsur klitika yang diletakkan diakhir suatu kata yang disandarinya). Menjadi satu kalimat yang disusun "Mangado" yang terjemahannya adalah "saya makan". Arti "-do" tidak dapat dimengerti dalam bahasa Nias, kecuali dengan maksud lain yaitu "do" adalah "darah". 

Berbeda halnya dengan afiks (imbuhan) yang dapat mempengaruhi makna sesuai semantik serta membentuk kata baru jika dipandang dari segi morfologinya. Sedangkan klitika, secara morfologi memiliki perubahan bentukan sementara yang tidak ikut mempengaruhi makna dasar dari kata yang dihuninya serta tidak membentuk kata baru.

Sejalan dengan pandangan di atas, penulis ingin memaparkan beberapa unsur klitika beserta contohnya yang terdapat dalam bahasa Nias, sebagai berikut:


U-.     Ufasao ndra'ugö ba nomo = Saya mengantarmu pulang (ke rumah).   
Ӧ-.     Ӧ'öli mbuku = Kamu membeli buku.
Mi-.   No miröi ia = Kalian sudah meninggalkannya.
Ta-.   Tabaso zurania = Kita membaca suratnya.
Ma-.  Masofu khönia = Kami bertanya kepadanya/kami menanyakannya.
La-.   Lasofu ia = Mereka menanyakannya.
I-.      Ifazawa dangania = Dia mengangkat tangannya. 
-do.   Igohido = Dia mengejarku.
-ö.     Igohi'ö = Dia mengejarmu.
-ga.   Igohiga = Dia mengejar kami.
-gu.   Ya'ugö nifaigigu =  Kamu dilihat olehku (baca: kalimat pasif)
-mö.  Haniha zanguma'ö khömö? = Siapa yang mengatakan kepadamu?
-mi.   Haniha ze'e da'ö? Hadia ahakhö dödömi?= Siapa yang menagis itu? Apakah kalian                    merasa kasihan?
-da.   Mi'öli khöda = Kalian beli untuk kita. 
-ma.  Labe'e khöma kue = Mereka memberikan kami kue.
-ra.    Hadia zanofu ya'ira? = Apa yang mereka tanyakan?
-nia.  Hadia nisofunia? = Apa yang ditanyakannya?


           Untuk sementara, itulah beberapa temuan penulis tentang klitika dalam bahasa Nias, semoga kedepannya ada klitika lain yang dapat ditemukan dalam bahasa Nias. Beberapa klitika di atas adalah bagian dari kata ganti orang berposisi sebagai subjek, objek maupun kepemilikan.  

Selanjutnya, klitika -lah, -kah, -pun dalam bahasa Indonesia tidak bisa digolongkan klitika dalam bahasa Nias dilihat dari bentukan terjemahan kata yang mewakilinya dalam bahasa Nias. 


Klitika -lah, -kah dan -pun yang terdapat dalam bahasa Indonesia digolongkan menjadi unsur partikel dalam bahasa Nias; -lah memiliki kata terjemahan dalam bahasa Nias Bale atau Ba / wö, -kah diterjemahkan ba, sedangkan pun memiliki perwakilan terjemahan yaitu göi atau  wö. Untuk mengenal partikel dalam bahasa Nias, penulis akan memaparkannya di halaman artikel selanjutnya.

Dengan penjelasan klitika di atas, penulis berharap bahwa para pembaca mendapat manfaat dari halaman artikel ini. Segala kekurangan mohon dikoreksi. Selanjutnya, kritik, saran maupun pertanyaan adalah harapan yang menginspirasi penulis blog Tata Bahasa Nias.  


Terima kasih telah meluangkan waktu untuk membaca artikel amakhöita li niha ini. Silakan di-subscribe dan di-share jika menurut pembaca artikel ini layak dan bermanfaat.


Post a Comment for "Klitika dalam Bahasa Nias Gunungsitoli"

Berlangganan via Email