Budaya Komunikasi Orang Nias


Budaya merupakan suatu cara hidup sekelompok masyarakat yang diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya termasuk salah satu bentuk kesesuaian pandangan / pikiran sekelompok orang terhadap suatu fenomena sosial.

Banyak hal yang dapat diamati dari berbagai fenomena sosial dari suatu masyarakat atau kelompok tertentu yang mencirikhaskan kebiasaan hidup mereka bersama. 

Berbicara mengenai budaya, bahasa merupakan salah satu hal yang tidak dapat terpisahkan di dalamnya. Suatu bahasa termasuk produk budaya sekelompok masyarakat tertentu yang keduanya saling mendukung.

Demikian halnya dengan budaya berbahasa yang ditradisikan oleh masyarakat  Nias pada khususnya. Masyarakat Nias memiliki ciri khas dan norma berbahasa tersendiri sebagai wujud dari budaya komunikasi yang dianggap pantas dan etis.

Hal ini sangat penting untuk dipahami bersama untuk bisa menjalin hubungan komunikasi yang harmonis terhadap komunitas/ kelompok pengguna budaya dimaksud. 

Berbicara mengenai kehidupan masyarakat Nias, tradisi sopan santun adalah hal yang paling penting untuk dimengerti bersama. Hal ini adalah dalam batas kewajaran di mana umumnya semua masyarakat di dunia memiliki ciri khas tertentu dalam berkomunikasi sesuai dengan tradisi atau budaya mereka sendiri.


Masyarakat Nias yang dipengaruhi oleh adat istiadat yang masih kental membuat cara hidup yang unik. Mereka pada umumnya menghormati setiap perbedaan yang ikut berbaur dengan kehidupannya.

Jika anda pernah mengikuti acara adat orang Nias, anda akan memahami bagaimana cara mereka menyampaikan pendapat/pesan kepada orang lain.

Dalam suatu acara adat, seseorang biasanya cenderung menyampaikan pesan dengan menggunakan berbagai amaedola (peribahasa) yang tujuannya adalah untuk menyampaikan suatu pesan tersirat kepada individu atau kelompok lain secara tidak langsung.  Tradisi ini sering terlaksana pada acara adat seperti pernikahan dan lainnya.

Selain itu, mereka tidak menyukai pembahasan yang langsung tertuju pada ranah privasi, terlebih jika pembahasan yang bertujuan merendahkan.


Beberapa hal yang penting diperhatikan:


1. USIA LAWAN BICARA

Orang Nias adalah masyarakat yang sangat menghormati perbedaan usia lawan bicara. Mereka biasanya "Tidak menyebutkan nama asli" dari lawan bicara tersebut.

Itulah sebabnya orang Nias memberikan gelar setiap orang yang sudah menikah seperti Ama + Nama Anak atau Ina + Nama Anak.

Selain itu, jika mereka tidak mengenal sebutan gelar anda yang layak untuk disebutkan, mereka akan memanggil anda Ama, Ina, Ga'a, Akhi, Baya, Ina Lawe atau sebutan lainnya yang dianggap sopan dan bukan nama asli lawan bicara.

Jika anda sebagai pembicara yang tidak mengikuti norma ini akan dianggap tidak sopan. Hal ini juga menunjukkan karakter orang Nias yang "tidak langsung".


2. MENGGUNAKAN KATA "KAU"


Kata "KAU" adalah salah satu kata yang jarang dituturkan oleh orang Nias, terlebih jika anda menggunakannya terhadap lawan bicara yang kategori usianya lebih tua daripada anda. Kata "kau" dianggap lebih kasar maknanya secara budaya komunikasi orang Nias.

Orang Nias umumnya menggunakan kata "Anda, Kamu" sebagai pengganti dari kata "Kau". Kata tersebut hanya sedikit digunakan oleh anak-anak berusia muda terhadap rekan sebaya yang kompak dengannya. 


Anda yang berbicara kepada orang yang lebih tua daripada anda dengan menggunakan kata "Kau" sangat tidak dianjurkan. Selain itu, kata "kau" hanya digunakan dalam situasi yang tidak menyenangkan.

Meskipun demikian, kata tersebut masih dapat digunakan dalam penyusunan syair lagu / teks/ puisi yang dibuat dengan kalimat bernilai moral yang baik.



3. NAMA "ORANGTUA"

Orang Nias tergolong masyarakat yang sangat menghormati orangtuanya sendiri, baik di keluarga maupun kerabat lainnya.

Nama orang tua umumnya adalah hal yang sensitif untuk disebutkan sembarangan terlebih dengan niat untuk menjelekkan.

Pengucapan nama orang tua tidak diperkenankan secara publik jika bukan kewenangan anda untuk menyebutkannya. Itulah sebabnya mengapa orang Nias sering memanggil orang lain menggunakan Ama, Ina atau hanya dengan panggilan marga saja.




4. MEMOTONG PEMBICARAAN 

Setiap orang yang memotong pembicaraan saat orang lain sedang berbicara dianggap sangat tidak sopan atau tidak beretiket. 

Setiap orang yang diberikan kesempatan untuk berbicara memiliki hak yang sama dengan yang lain untuk menyampaikan pendapat. Hal ini tentunya tidak hanya terjadi di Pulau Nias.




5. BERBICARA DENGAN MEMBELAKANGI LAWAN BICARA

Beda daerah, tentunya beda budaya. Membelakangi lawan bicara dianggap sangat tidak sopan di Pulau Nias pada khususnya.

Orang Nias biasanya sangat menghormati lawan bicara yang menghadap ke arah depan pandangannya. Menghadap ke arah pandangan pembicara adalah  salah satu cara yang menunjukkan perilaku saling menghormati.

Jika anda sedang berbicara namun pandangan anda tertuju pada mobile, gadget atau hal lain yang sedang anda gunakan, perilaku tersebut menunjukkan ketidaksopanan.

Perilaku tersebut sangat janggal pada sudut pandang orang Nias.



6. BERBICARA DENGAN MENUNDUKKAN KEPALA

Ada dua hal yang penting untuk diketahui jika anda menundukan kepala saat anda sedang berbicara kepada seseorang menurut tradisi orang Nias. Menundukkan kepala bisa dianggap sopan atau sebaliknya.


Jika anda menundukkan kepala di saat anda sedang diberi nasehat oleh orang tua atau orang lain yang peduli dengan anda, perilaku tersebut dianggap sangat sopan.

Namun sebaliknya, jika anda menundukkan kepala ketika sedang dimintai keterangan atau informasi, anda dianggap tidak sopan, sombong, sedang berbohong atau penakut.



7. BERBICARA DENGAN EKSPRESI BERLEBIHAN

Orang Nias umumnya melakukan pembicaraan dengan ekspresi wajah dan gerakkan tangan yang sederhana saja.

Berekspresi wajah berlebihan ketika anda sedang berbicara, anda bisa saja dianggap lucu (dalam artian "aneh"). Hindari berbicara dengan menunjukkan ekspresi menarik anda yang berlebihan supaya anda tidak dikatakan sebagai seorang yang lucu.

Demikian saja dan semoga bermanfaat.


Posting Komentar untuk "Budaya Komunikasi Orang Nias"